LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Balita di Kampung Tempudan Berau Meninggal Usai Rumah Berlampu Lilin Dilalap Api

Keterangan diperoleh merdeka.com, peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 22.00 WITA. Saat itu, AL sedang berupaya ditidurkan dengan cara diayun oleh tantenya, Sartika.

2020-01-13 03:04:00
Kebakaran
Advertisement

AL, warga Kampung Tempudan, Berau, Kalimantan Timur, meninggal dunia Sabtu (11/1) malam, setelah mengalami luka bakar serius saat rumah dilalap si jago merah. Tiga anggota keluarga lainnya juga mengalami luka bakar. Jenazah balita 10 bulan itu dimakamkan pagi tadi.

Keterangan diperoleh merdeka.com, peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 22.00 WITA. Saat itu, AL sedang berupaya ditidurkan dengan cara diayun oleh tantenya, Sartika.

"Satu keluarga ini ada keponakan juga lagi ngumpul di rumah, di ruang tamu. Ada anak balita yang sedang main lari sana sini. Maklum kan anak-anak," kata Kapolsek Talisayan Iptu Budi Witikno, dikonfirmasi wartawan di Tanjung Redeb, Minggu (12/1).

Advertisement

Kampung Tak Ada Listrik

Namun demikian, saat anak-anak asyik bermain, menyenggol jeriken berisi BBM Pertalite. Minyak itu tumpah dan langsung menyambar lilin yang digunakan untuk penerangan rumah.

"Di kampung itu kan belum ada listrik," ujar Budi.

Advertisement

"Api langsung membesar, dan mengenai ayunan. Termasuk, korban yang berada di ayunan itu. Itu lokasinya di pojokan rumah," tambah Budi.

Budi menerangkan, warga sekitar yang tahu kejadian berusaha memadamkan api. "Berhasil dipadamkan. Rumah korban tidak terbakar habis. Yang terbakar di pojokan rumah saja," sebut Budi.

Seketika, ada 4 orang sempat terbakar, termasuk orang tua dan balita AL. "Empat orang ini sempat dibawa ke rumah sakit semua. Tapi, korban ini luka bakar parah, tidak bisa selamat. Tiga anggota keluarga lainnya luka bakar di kaki, dan tangan," ujar Budi.

Masih dijelaskan Budi, keberadaan jeriken berisi BBM Pertalite, bukan untuk keperluan jual beli bensin eceran. "Untuk keperluan motor sendiri. Kan lokasi SPBU, jauh dari rumah korban," pungkasnya.

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.