LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Balita dan anak penderita ISPA di Palembang tinggi akibat kebakaran hutan

Balita menjadi pengidap terbanyak penyakit itu karena pengaruh daya tahan tubuh. Anak-anak di usia itu sangat rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk saluran pernapasan.

2018-10-12 21:05:00
Kebakaran Hutan
Advertisement

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan semakin mengkhawatirkan. Terutama berkaitan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penyakit itu mayoritas dialami balita.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Palembang, pada Mei 2018 penderita ISPA untuk balita sebanyak 5.406 orang. Turun menjadi 4.564 orang di bulan berikutnya. Balita pengidap ISPA kembali bertambah pada Juli 2018 menjadi 4.772 orang. Pada Agustus 2018 turun menjadi 3.619 orang dan kembali naik pada September 2018 menjadi 3.756 orang.

Pengidap ISPA yang dialami anak di atas lima tahun dan dewasa juga terbilang tinggi. Pada Mei 2018 berjumlah 9.506 orang, Juni berkurang menjadi 8.140 orang. Pada Juli berada di angka 8.167 orang, Agustus berjumlah 6.749 orang, dan pada September 2018 menurun di angka 5.754 orang.

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Letiziah mengungkapkan, meski terbilang tinggi, jumlah penderita ISPA beberapa bulan ini lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya pada periode yang sama. Hal ini disinyalir karena asap akibat karhutla tidak begitu pekat.

"Jumlah ISPA untuk beberapa bulan ini cenderung fluktuatif, masih tinggi tapi tidak lebih banyak dibanding tahun-tahun lalu," ungkap Letiziah, Jumat (12/10).

Menurut dia, balita menjadi pengidap terbanyak penyakit itu karena pengaruh daya tahan tubuh. Anak-anak di usia itu sangat rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk saluran pernapasan.

Advertisement

"Memang balita yang sangat rentan dibanding orang dewasa, tapi tergantung daya tahan tubuhnya juga," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, Fauziah menambahkan, selain ISPA ada juga penderita pneumonia atau penyakit tingkatan dari ISPA. Pneumonia ini adalah infeksi paru-paru basah yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru.

"Untuk dewasa ada sekitar 150 penderita pneumonia sejak Mei sampai September 2018. Sedangkan balita jumlahnya dua kali lipat dari dewasa yang tersebar di seluruh kecamatan di Palembang," kata Fauziah.

Dia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap ISPA karena mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Imunitas anak juga bisa ditingkatkan dengan cara sering mengonsumsi buah-buahan dan makanan yang mengandung protein lainnya.

"Gejalanya mudah diketahui, bisa demam, meriang, sakit menelan, dan pernapasan terganggu. Jika ada gejala itu segera periksa ke dokter atau puskesmas," imbaunya.

Baca juga:
Sudah 12 hari, kebakaran di Gunung Ciremai belum padam
7 Warga jadi tersangka & 2 korporasi diproses dalam kasus karhutla di Sumsel
Tahun ini, 7.726 hektar lahan di Sumsel terbakar
900 Hektare hutan Gunung Ciremai hangus dilahap api
Terkendala waktu, pemadaman api di hutan Gunung Ungaran dilanjut besok
Palembang diselimuti kabut asap, udara mulai tak sehat

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.