Baku Tembak di Pasuruan, 1 Bandit Tewas dan 3 Polisi Terluka
Baku tembak terjadi antara polisi dengan seorang bandit yang telah lama menjadi buronan di Pasuruan, Jawa Timur. Akibat kejadian ini, dua polisi terluka akibat timah panas sang bandit. Sedangkan sang bandit sendiri tewas setelah diterjang peluru polisi.
Baku tembak terjadi antara polisi dengan seorang bandit yang telah lama menjadi buronan di Pasuruan, Jawa Timur. Akibat kejadian ini, dua polisi terluka akibat timah panas sang bandit. Sedangkan sang bandit sendiri tewas setelah diterjang peluru polisi.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, proses penggerebekan ini dilakukan oleh Tim Opsnal Subdit III Jatanras Polda Jatim bersama dengan Tim Resmob Polres Pasuruan Kota.
Satu orang tersangka ini bernama Sues, warga Dusun Sumbersuko, Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Ia merupakan seorang tersangka berbagai kasus pencurian dengan kekerasan yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Sues merupakan DPO dalam berbagai kasus pencurian dengan kekerasan. Ia tak segan melukai korbannya saat beraksi," kata Trunoyudo, Selasa (6/10).
Saat itu, polisi yang bertugas mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang berada di rumah warga menghadiri hajatan. Anggota yang sudah memantau, lantas bergerak cepat memburu pelaku. Saat tepat di Jalan Desa Jeladri, Kecamatan Lumbang, polisi berpapasan dengan Sues yang mengendarai motor bersama seseorang yang tidak dikenal.
Anggota pun melakukan pengejaran terhadap tersangka. Mengetahui dikejar polisi, tersangka berupaya melarikan diri. Namun, upaya tersebut dihalangi Bripda Moch Benny dengan menarik sarung tersangka hingga terjatuh.
Saat terjatuh itulah tiba-tiba tersangka mengeluarkan senjata jenis revolver rakitan dengan amunisi 5.56 mm, dan menembakkan ke arah perut Bripda Benny dan Bripka Sutiyono. Keduanya pun terluka.
Atas kejadian ini, rekan korban pun membela diri dengan membalas tembakan pelaku. Baku tembak dengan tersangka pun tak terhindarkan. Selain polisi terluka, tersangka sendiri tewas di lokasi kejadian.
Dari catatan kepolisian, tersangka merupakan seorang residivis Curas sapi di Polres Lumajang, residivis Polres Pasuruan dengan kasus membacok warga, dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).
Beberapa kasus di antaranya perampasan sepeda motor di Gempol Pasuruan, Melempar Bondet anggota Brimob Watu Kosek dan terakhir menjadi DPO Polda Jatim terkait kasus pencurian kendaraan bermotor.
Dari penangkapan tersangka ini, polisi menyita beberapa barang bukti di antaranya, senjata api rakitan jenis revolver warna silver bergagang hitam beserta peluru tajam kaliber 5,56 mm. Serta 11 butir peluru dan dalam silinder 1 butir dan selongsong dalam silinder 5 butir, serta 6 butir peluru hampa.
Selain itu juga disita satu senjata tajam jenis pedang dengan panjang 70 cm dengan sarung pedang terbuat dari kulit, Satu buah sabuk kain warna hitam yang berisi jimat dan satu unit sepeda motor Honda CBR warna merah kombinasi putih.
Sementara itu, beberapa anggota yang mengalami luka di antaranya Bripka Hariz Farizy dari Polres Pasuruan Kota mengalami luka percikan api senjata api pelaku di tangan kiri, Bripka Sutiyono, Polres Pasuruan Kota mengalami luka tembak di perut bawah sebelah kiri dan Bripda Muhammad Beny, Subdit Jatanras mengalami luka tembak di bagian perut tengah.
"Jenazah tersangka sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Grati, dan untuk tiga anggota yang mengalami luka akibat kejadian itu dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri untuk mendapatkan perawatan dan dilakukan operasi," tandasnya.
(mdk/cob)