LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bak Gempa, Detik-detik SDN Cirimekar 02 Ambruk Saat Hujan Angin

"Keadaan angin kencang, hujan deras, petir, terus ada suara kaya pohon besar ambruk gitu, brukkk, kayak gempa gitu, saya kirain pohon di belakang itu ambruk, pas saya liat ke belakang pohon masih ada, eh pas saya keluar enggak tahunya ini puing-puing udah pada berantakan semuanya," tutur Marice.

2020-01-07 16:06:07
Banjir
Advertisement

Marice Siahaan, saksi sekaligus pensiunan guru di SDN Cirimekar 02 Cibinong, Bogor, Jawa Barat menceritakan suasana mencekam pada Rabu (1/1) pukul 04.30 WIB. Tepat saat gedung sekolah ambruk karena hujan deras disertai angin kencang.

"Keadaan angin kencang, hujan deras, petir, terus ada suara kaya pohon besar ambruk gitu, brukkk, kayak gempa gitu, saya kirain pohon di belakang itu ambruk, pas saya liat ke belakang pohon masih ada, eh pas saya keluar enggak tahunya ini puing-puing udah pada berantakan semuanya," tutur Marice di lokasi, Selasa (7/1).

Setelah mengetahui hal tersebut, Marice langsung memotret serta merekam video untuk dilaporkan kepada kepala sekolah.

Advertisement

"Terus saya nyadar, saya nonton di tv katanya kalau ada ini cepet matikan listrik, langsung saya hujan-hujanan lari. Saya matikan saklar listrik sekolahan, karena saya takut pakai tangan, saya pakai kayu matinya," tambahnya.

Marice mengaku sedikit terhibur lantaran setelah kejadian tersebut banyak pihak yang datang meninjau lokasi, mulai dari ketua RT, ketua RW, Lurah, Camat, bahkan hingga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

"Mudah mudahan secepatnya dibangun dan selesai, cara mau dibangunnya seperti apa, kita nunggu aja gimana yang terbaik, apalagi Pak menteri udah dateng kan," pungkasnya.

Advertisement

Siswa Belajar di Tenda Darurat

Kegiatan Belajar Mengajar belum efektif lantaran keterbatasan ruang dalam tenda untuk siswa. Pantauan merdeka.com tenda berwarna biru bantuan dari Kemendikbud mampu menampung sekitar 150 siswa. Tenda diletakkan di lapangan sekolah dan menghadap mushala di timur sekolah.

Berdasarkan penuturan Een, guru kelas 5, kegiatan belajar-mengajar menggunakan sistem Pembelajaran Kelas Rangkap. Hal itu dilakukan karena dalam satu tenda tersebut terdapat tiga jenjang kelas yang berbeda yaitu, kelas 4, kelas 5, dan kelas 6.

"Awalnya kita coba kumpulkan anak di tenda muat ga dipepet-pepetin, itupun enggak ada meja cuma kursi aja, jadi yang penting anak bisa duduk enggak kehujanan," jelasnya.

Reporter Magang: Bagus Kusumo Sejati

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.