LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bahaya, 80 persen sumur warga di Solo tercemar bakteri E-coli

Kondisi tersebut dipicu sistem pembuatan septic tank warga yang tidak sesuai standar.

2015-01-28 09:01:00
Solo
Advertisement

80 Persen air sumur milik warga Solo tercemar bakteri Escherichia coli (E-coli). Kondisi tersebut dipicu sistem pembuatan septic tank warga yang tidak sesuai standar.

Jarak antara septic tank dengan air sumur terlalu dekat. Hal tersebut diperparah dengan dibuangnya kotoran langsung ke tanah tanpa pengolahan terlebih dulu.

"Akibatnya banyak bakteri yang meresap mencemari sumur dan sumber air tanah dangkal yang dikonsumsi warga," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, Ahyani, Rabu (28/1).

Lebih lanjut Ahyani mengungkapkan, selain sumur, hampir semua sungai di Solo juga tercemar bakteri yang sama. Pihaknya mengaku sudah melakukan penelitian dan hasilnya sebagian besar sungai di Solo juga tercemar bakteri yang membahayakan bagi sistem pencernaan manusia itu.

"Sungai yang juga tercemar di antaranya Sungai Gajah Putih, Kali Anyar, Pepe, Brojo, Jenes, dan Bhayangkara," jelasnya.

Pihaknya juga telah memetakan kelurahan yang juga berisiko tinggi mengalami pencemaran air. Menurutnya ada 7 kelurahan yang masuk zona merah paling tinggi risiko pencemaran air limbah dan 16 kelurahan lainnya masuk kategori tinggi.

"Kelurahan yang masuk zona merah atau sangat tinggi tingkat pencemaran adalah Kelurahan Pajang, Kadipiro, Jebres, Semanggi, Sangkrah, dan Gandekan," katanya.

Menurut Ahyani, di ketujuh kelurahan tersebut jumlah penduduknya sangat padat dan kumuh. Kondisi tersebut menjadi pemicu buruknya sanitasi.

"Untuk mengatasi pencemaran air sumur warga ini, kami sudah memberikan arahan untuk membuat sumur tanah berjarak minimal 10 meter dari septic tank.

Sementara itu guna mengatasi masalah sanitasi, Pemkot bekerja sama dengan Indonesia Infrastructure Initiative (IndII). Mereka, kata Ahyani, akan menghibahkan dana untuk pembangunan sambungan sanitasi ke rumah, pembuatan sarana pengolahan limbah terpusat dengan skala permukiman dan sambungan ke rumah (sAIIG), serta pembangunan sarana pengolahan limbah terpusat skala kota.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.