Bahas penyebaran dan bahaya Virus Zika, Jokowi rapat dengan Menkes
Jokowi ingin apapun virusnya harus segera disikapi sebelum terlambat dan jangan sampai menimbulkan korban jiwa.
Seluruh negara di dunia sedang was-was dengan penyebaran Virus Zika. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengadakan rapat terbatas membahas pencegahan penyebaran virus Zika di Tanah Air.
Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi mengatakan, dalam rapat tersebut Jokowi akan meminta penjelasan dari Menteri Kesehatan Nila F Moeloek soal bahaya Virus Zika.
"Presiden meminta laporan dari menteri kesehatan melalui rapat terbatas. Presiden harus memperoleh laporan yang lengkap, tentu itu dari jajaran di Kementerian Kesehatan," kata Johan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (3/1).
Johan menjelaskan, dalam rapat tersebut tak hanya akan membahas virus zika semata, tetapi kemungkinan penyebaran virus lainnya. Sebab Jokowi, kata dia, menginginkan apapun virusnya harus segera disikapi sebelum terlambat dan jangan sampai menimbulkan korban jiwa.
"Apakah itu dalam bentuk wabah penyakit harus segera disikapi sebelum terlambat, sebelum itu menjadi wabah karena itu dengan cepat presiden memanggil Menkes hari ini. Ada langkah-langkah antisipasi, ada langkah pencegahan, ada juga langkah action apakah itu pengobatan atau apapun namanya," katanya.
Selain itu, Johan menyatakan sampai saat ini Presiden Jokowi belum mendapatkan laporan jika ada warga Negara Indonesia (WNI) yang terjangkit virus tersebut. Jokowi masih menunggu laporan dari Menteri Kesehatan.
"Belum terverifikasi. Data ini kan belum benar karena itu presiden harus mendengar dulu," tukasnya.
Baca juga:
Melihat lebih dekat nyamuk penyebar virus Zika yang gegerkan dunia
Nyamuk pembawa virus Zika ditemukan di Bandara Sydney
Warga diimbau hindari bepergian ke negara endemis virus Zika
Virus Zika dongkrak penjualan asuransi perjalanan ke Amerika Latin
Muncul isu virus Zika mewabah akibat rekayasa genetik nyamuk
Dinkes Solo minta warga mewaspadai penyebaran virus Zika
WHO nyatakan Virus Zika keadaan darurat kesehatan global