Bahas pengembangan listrik, Gubernur undang investor Denmark
Bali termasuk memiliki wilayah sinar matahari berlimpah sepanjang tahun.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika, mengundang salah satu investor asing dari Denmark guna membahas pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Itu dilakukan, kata Pastika mengingat saat musim kemarau tiba justru tidak termanfaatkan. "Bali ini termasuk memiliki wilayah sinar matahari berlimpah sepanjang tahun, bahkan saat musim penghujan matahari masih terus bersinar," katanya, Rabu (11/3) di Denpasar Bali.
Menurutnya, selama ini sudah dikembangkan pembangkit listrik tenaga surya di wilayah Karangasem dan Bangli, akan tetapi semua itu masih sangat kecil dan belum cukup.
"Untuk pengembangan, kami mengundang investor Denmark yang khusus bergerak dalam bidang penanaman modal energi matahari (solar energi)," kata Pastika.
Ini disampaikan Gubernur Bali pada saat menerima audiensi Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge, di ruang kerjanya, Rabu (11/3) di Denpasar Bali.
Kunjungan Duta Besar Denmark ke Gubernur Bali saat ini selain untuk memperkenalkan diri sebagai Duta Besar yang baru, juga dalam rangka menyampaikan rencana kunjungan kenegaraan Ratu Denmark, Queen Margareth, ke Indonesia yang kemungkinan besar akan datang ke Bali pada akhir oktober tahun ini.
Baca juga:
Ini cara pemerintahan Jokowi genjot pembangunan pembangkit listrik
Ambisi pembangkit 35.000 MW Jokowi ancam habiskan cadangan batu bara
Sudirman Said janji keliling Indonesia demi pembangkit 35.000 MW
Pemerintah diminta tetapkan harga jual beli listrik PLTP
Meski dapat PMN, PLN masih keluhkan kekurangan dana pembangunan