Bagi brosur musala, warga pergoki sepasang perempuan berciuman
Bagi brosur musala, warga pergoki sepasang perempuan berciuman. Kejadian itu menjadi bukti laporan warga yang sudah resah dengan aktivitas di rumah kontrakan itu. Sejumlah perempuan kerap keluar masuk dan sering menyetel musik dengan keras, padahal di seberang rumah ada musala Langgar Kita.
Satu unit rumah kontrakan di Jalan Amaliun Gang Arjuna 3, Medan, digeruduk warga. Mereka marah karena penghuninya diduga melakukan praktik percintaan sejenis.
Warga mendatangi rumah itu setelah Kepala Lingkungan 7 Kota Matsum II, Aldino Nawar, memergoki sepasang perempuan yang tinggal di rumah itu sedang berciuman. "Saya lewat untuk membagikan brosur bantuan musala. Pintu rumah dalam posisi terbuka. Tampak ada perempuan dengan perempuan lagi berciuman," kata Aldino.
Kejadian itu menjadi bukti laporan warga yang sudah resah dengan aktivitas di rumah kontrakan itu. Sejumlah perempuan kerap keluar masuk dan sering menyetel musik dengan keras, padahal di seberang rumah ada musala Langgar Kita.
"Sebelumnya warga sudah resah dan melapor ke saya. Cuma selama ini belum ada bukti, sampai saya melihat sendiri. Setelah ada bukti, saya langsung koordinasi dengan pemuka agama, babinsa dan babinkamtibmas," kata Aldino.
Saat mendatangi rumah itu, Aldino bersama warga mendapati lima perempuan muda berada di dalam rumah. Tiga di antaranya berperawakan seperti laki-laki, mulai dari potongan rambut, gaya berpakaian dan cara bicara. Mereka tidak membantah tudingan warga.
Saat diminta kartu identitasnya, para perempuan itu tidak dapat menunjukkannya. "Masih diurus," kata salah seorang di antara mereka.
Setelah didata, kelima perempuan itu dibawa ke Kantor Lurah Kota Matsum II. "Rencananya diusir agar tidak ada yang seperti ini lagi," pungkas Aldino.(mdk/eko)