Bacok Solikin, Misnawi diduga masih menyimpan dendam lama
Misnawi dendam karena putra Solikin pernah menyemen anak laki-lakinya.
Tak ada yang menduga kalau Misnawi (47), warga Endrosono Gg VII, Surabaya, Jawa Timur ini, masih menyimpan dendam mendalam atas kematian anaknya, Fahri Ramadhan (3,5), yang tewas disemen oleh Solikin pada Febuari lalu.
Untuk melampiaskan dendamnya itu, setelah 10 bulan berlalu, Misnawi gantian membunuh ayah Solikin, yaitu Taufik (55) di Jalan Wonokusumo Wetan, Kecamatan Semampir Rabu kemarin (4/12), tepat saat azan Ashar.
Taufik yang dalam perjalanan pulang usai dari Pasar Petekan, dibabat dengan clurit oleh Misnawi saat berboncengan menggunakan motor Honda Beat. Ayah Solikin itu langsung roboh dan sempat dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Sayang, nyawanya tetap tak tertolong.
Namun, Misnawi menyangkal kalau aksi nekatnya itu karena dendam lama yang belum terlampiaskan. "Sebenarnya saya tidak dendam atas kejadian terhadap anak saya (Fahri) dan sudah tidak mempermasalahkannya," elak Misnawi di hadapan penyidik.
Memang, pasca-kematian Fahri pada Febuari lalu, Taufik menyatakan permintaan maafnya atas apa yang dilakukan Solikin terhadap alamarhum anak Misnawi itu. Bahkan, agar tidak ada dendam di kemudian hari, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, yang saat itu masih dijabat AKBP Anom Wibowo, kecamatan dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menggelar pertemuan.
Para pejabat tinggi itu, sengaja mempertemukan keluarga Taufik dan Misnawi untuk mendamaikan keduanya. Mereka meminta semua persoalan itu diserahkan kepada hukum.
Nyatanya, upaya itu gagal. Setelah 10 bulan berlalu, pertemuan damai itu sudah tidak berlaku. Misnawi melampiaskan dendamnya itu kepada Taufik, ayah kandung Solikin.
Pihak kepolisian sendiri, masih melakukan pendalaman, apakah aksi Misnawi itu benar karena dendam atau karena motif lain, seperti yang disampaikannya pada penyidik kalau aksinya itu bukan dendam. Hal ini dijelaskan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Anton Prasetyo.
"Untuk kronologisnya pembacokan itu sendiri, pelaku memepet korban dan langsung mengeluarkan celurit yang mengenai leher, punggung dan perut," tandasnya.
Sebelumnya, pasca-aksi pembacokan dua pria tak dikenal yang berujung kematian Taufik, Rabu kemarin di Jalan Wonokusumo Wetan, polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan itu dan berhasil menangkap Misnawi pada malam harinya.
Polisi menduga aksi Misnawi itu karena masih menyimpan dendam atas kematian anaknya pada Febuari lalu, yang dijadikan patung oleh Solikin, anak Taufik yang mengalami gangguan kejiwaan. Untuk membuktikan dugaan itu, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi.(mdk/tyo)