Azwar sodomi anak TK di toilet JIS, bunuh diri di toilet polisi
Azwar menjadi tersangka keenam kasus sodomi di JIS ini. Dia mengakhiri hidupnya minum cairan pembersih toilet.
Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan lima orang cleaning service di JIS sebagai tersangka kasus sodomi. Lima orang itu adalah AW, AG, ZA, SY, dan AF. Empat tersangka adalah pria, sementara AF adalah wanita. Sabtu (27/4), sekitar Pukul 11.55 WIB Azwar minta izin buang air besar. Dia dikawal Brigadir Ariston dan seorang petugas lain. Setelah meminum cairan pembersih toilet, Azwar tak sadarkan diri. Dia kemudian dirujuk ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Saat diperiksa penyidik, terungkap Azwar melakukan sodomi pada M (6) bersama Zaenal dan Syahrial. Mereka bergantian menyodomi, memegangi dan menjaga pintu. Rupanya bukan cuma sekali mereka melakukan aksi itu.
Belakangan polisi kembali menangkap seorang pria bernama Azwar. Dia dijemput belakangan berdasarkan keterangan lima tersangka yang sudah lebih dulu diperiksa. Azwar menjadi tersangka keenam kasus sodomi di JIS ini.
Saat gelar tersangka Sabtu (27/4) siang di Mapolda Metro, Azwar tak ditampilkan. Polisi hanya menampilkan lima tersangka pertama.
Dia dibawa ke Mapolda pukul 04.00 WIB, polisi memeriksanya mulai pukul 05.00 WIB hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Dari pemeriksaan polisi menilai Azwar terlibat dalam kasus sodomi di toilet WC JIS ini.
Namun hal mengejutkan terjadi. Azwar kemudian bunuh diri di toilet unit Perempuan dan perlindungan Anak Polda Metro Jaya.
Berikut keterangan polisi soal kematian Azwar.Minta izin buang air besar
15 menit kemudian, Brigadir Ariston mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi. Brigadir Ariston memanggil Bripka Hari untuk membantu mendobrak, lalu Bripka Hari mendobrak pintu, ternyata tubuh Azwar sudah melintang di lantai toilet.
Setelah itu tiga anggota membawa Azwar ke Dokkes PMJ untuk mendapat pertolongan pertama. Diduga Azwar telah meminum cairan pembersih WC. Cairan itu masih tersisa di mulut Azwar.Azwar bunuh diri karena malu
Pukul 18.00 WIB, pihak RS Polri menyampaikan pada penyidik Azwar telah meninggal.
Dugaan sementara, polisi menduga Azwar bunuh diri karena malu.
"Diduga TSK meminum cairan tersebut untuk bunuh diri karena malu atas perbuatannya," kata kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Sabtu (26/4).Azwar dua kali sodomi korban
"Pada bulan Februari 2014 dan tgl 17 Maret 2014 dimana tsk Azwar melakukan sodomi terhadap korban secara bergantian," kata Kombes Rikwanto.
Kini polisi masih melakukan otopsi pada jenazah Azwar. Mereka mengamankan satu botol cairan pembersih lantai sebagai pembanding.