LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ayah Paskibraka Aurel Temukan Bekas Luka di Kepalan Tangan Anaknya

Namun begitu, Faried menyatakan, tidak akan memproses lebih jauh kasus kematian putrinya itu.

2019-08-03 14:15:00
Anggota Paskibraka
Advertisement

Faried Abdurrahman mengakui adanya sejumlah luka pada anggota tubuh anaknya. Faried adalah ayah dari Aurel Qurotu Ain (16). Dia adalah calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kota Tangerang Selatan, yang meninggal dunia saat mengikuti tahapan pelatihan di tingkat Kota Tangsel.

"Benar ada, kepala ada bekas (luka)," katanya di kediamannya, Sabtu (3/8).

Namun begitu, Faried menyatakan, tidak akan memproses lebih jauh kasus kematian putrinya itu.

Advertisement

"Tapi secara fisik lain tidak melihat itu," tutupnya.

Sebelumnya, Faried Abdurahman sudah melihat gelagat sang anak yang berbeda dari biasa. Aurel selama ini memang memiliki tanggung jawab tinggi, terlebih kedua orangtuanya adalah pegawai ASN, dengan kesibukan tinggi.

Meski begitu, Aurel lanjut Faried, memang gemar mengikuti kegiatan diberbagai kesempatan di sekolah.

Advertisement

"Dia dari SMP di Al Azhar aktif di berbagai organisasi, sebenarnya orangnya kuat. Memang dari Ibunya keluarga Paskibra dan dia bertanggungjawab," jelas Faried.

Faried semula juga tidak ada firasat apapun terkait putrinya itu, dia memang beberapa kali mendengar cerita-cerita yang wajar, terkait kegiatan Pelatihan Paskibra di Tangsel.

"Ada cerita-cerita yang disampaikan ke kita juga cerita wajar. Memang agak berubah akhir-akhir ini, kita dengar Paskib di Tangsel ini melebihi porsi pelatihan Paskib sewajarnya. Padahal kami tahu porsi latihan Paskibra itu seperti apa, ini tidak wajar," ucap dia.

Aurel diketahui sudah berlatih sejak 9 Juli kemarin. Pelajar SMN Al Azhar BSD itu didaulat membawa baki bendera pusaka merah putih saat upacara HUT ke-74 RI di Lapangan Cilenggang, Tangerang Selatan.

"Keterangan orangtuanya, almarhumah pada subuh hari kejadian dari rumah sudah siap menuju lokasi pelatihan Paskibraka di Lapangan Cilenggang. Saat di rumah, Aurel terjatuh. Selanjutnya kami dapat informasi dari teman sekolahnya bahwa Aurel sudah meninggal," jelas Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tangsel, Warta Wijaya saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (2/8).

Warta mengatakan, Aurel memang rutin berlatih sejak masa pelatihan digelar. Di matanya, Kelas XI jurusan MIPA selalu bersemangat mengikuti latihan.

"Dia salah satu anak yang paling bersemangat dan terbaik dalam menjalani latihan. Makanya almarhumah sebelumnya kita plot untuk pembawa baki bendera," katanya.

Kabar meninggalnya Aurel sempat ramai diperbincangkan karena diduga dianiaya senior semasa latihan. Terkait hal itu, Warta menegaskan tidak benar.

"Dapat kami pastikan bahwa informasi tersebut hoaks," tegasnya.

Baca juga:
Ayah Aurel Berharap Tak Ada Lagi Capaska Meninggal Dunia
Ayah Dengar Cerita Latihan Paskibraka Aurel di Tangsel Tidak Wajar
Menpora Tinjau Latihan Calon Paskibraka 2019
Paskibraka Aurel Qurrota Ain Meninggal Dunia
Intip Calon Paskibraka 2019 Latihan Baris-berbaris
Kemenpora Sebut Celana Panjang Paskibraka Putri Sesuai Aturan

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.