Ayah minta bantuan paranormal cari Anjas Asmara
"Bapaknya nyari, dia nanya ke saya nanya pohon kelapa, katanya nyangkut di pohon kelapa," terang Maman, saksi mata.
Junaedi, ayah dari Anjas Asmara (18) remaja yang hanyut di Kali Ciliwung di Jalan J Gg Perintis RT 08/ RW 10, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan meminta bantuan paranormal untuk mencari anaknya. Paranormal menyebut Anjas tersangkut di pohon kelapa.
"Bapaknya nyari, dia nanya ke saya nanya pohon kelapa, katanya nyangkut di pohon kelapa," terang Maman saksi mata dan juga warga Gg Perintis saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (23/11).
Maman menceritakan, saat kejadian dia melihat seperti biasa remaja yang sering berenang di kali. Namun setelah dua rekannya Herman dan Syaiful mendatangi dirinya dan mengatakan bahwa temannya tenggelam, Maman baru mengetahui kejadian itu.
"Tadi memang saya lagi duduk di bale, saya lihat seperti biasa, kan si Herman sama Syaiful emang bocah kali," kata Maman.
Herman, teman Anjas yang ikut menolong korban saat hendak tenggelam mengatakan, bahwa korban memang diketahui baru bisa berenang satu tahun belakangan ini. Namun saat melihat helm hanyut, korban tiba-tiba langsung buka baju dan meloncat ke dalam kali.
"Anjas memang baru bisa berenang," kata Herman.
Hingga saat ini, keberadaan Anjas belum juga ditemukan. Warga sekitar yang mengetahui Anjas tenggelam sampai saat ini masih berada di lokasi titik hilangnya korban. Sekitar pukul 18.18 WIB tadi, Junaedi ayah Anjas juga mendatangi dan menyusuri lokasi hilang anaknya. Dengan mengenakan jas hujan, Junaedi menuju bantaran sungai.