Ayah Eri sempat melarang anaknya mendaki Gunung Merapi
Ayah Eri memintanya berjalan-jalan ke Sumbawa. Tetapi Eri malah memilih berangkat ke Gunung Merapi.
Banyak kisah terselip sebelum Eri Yunanto, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta pergi mendaki Gunung Merapi dan ditemukan tewas setelah terjatuh ke dalam kawah usai menaiki Puncak Garuda pada Sabtu pekan lalu. Salah satunya soal wejangan ayahnya sempat melarang dia mendaki salah satu gunung api aktif di Indonesia itu.
Sebelum Eri berangkat mendaki Gunung Merapi, sang ayah, Nuryanto, sempat melarangnya berangkat. Tetapi, Eri tetap membujuk ayahnya supaya tetap mengizinkan. Hal itu dikatakan oleh sahabat keluarga Eri, Sentot Haryawan, saat ditemui wartawan di rumah duka, Selasa (19/5).
"Bapaknya sudah melarang, jangan naik ke Merapi, nanti saja. Tapi tetap berangkat," kata Sentot.
Menurut Sentot, ayah Eri bahkan sudah menawarkan mengajak Eri jalan-jalan ke Sumbawa, Nusa Tenggara Timur, sebagai pengganti jika anaknya tidak berangkat ke Gunung Merapi. "Bapaknya itu sudah membujuk, 'Sudah tidak usah naik, nanti ke Sumbawa saja, mau ke mana saja nanti bapak temani," tambah Sentot.
Memang rencananya keluarga Eri akan pindah ke Sumbawa karena sang ayah pindah tugas. Tempat kerja ayah Eri akan membuka kantor baru di Sumbawa.
"Memang ke depan akan pindah ke Sumbawa, NTT, karena kantornya buka baru di sana," ujar Sentot.
Sayangnya Eri tetap memutuskan berangkat mendaki ke Gunung Merapi bersama lima temannya. Nahas, perjalanan Eri berakhir tragis. Dia tergelincir ke kawah Merapi sesudah berfoto di atas Puncak Garuda.(mdk/ary)