LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Awan Panas Guguran Gunung Merapi Sebabkan Hujan Abu di Boyolali dan Klaten

Wilayah Kabupaten Boyolali yang terkena hujan abu ada di Kecamatan Musuk, Kecamatan Mojosongo, Kecamatan Teras, Kecamatan Cepogo, dan Kecamatan Simo. Sedangkan wilayah Kabupaten Klaten yang terdampak adalah Kecamatan Kemalang.

2019-01-30 21:28:42
Gunung Merapi
Advertisement

Awan panas guguran yang terjadi sebanyak tiga kali pada Selasa (29/1) malam, menjadi penyebab turunnya hujan abu di Boyolali dan Klaten, Jawa Tengah. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida.

"Terjadinya awan panas guguran tersebut menyebabkan terjadinya hujan abu tipis. Hujan abu tipis ini dilaporkan terjadi di Boyolali dan Klaten," ujar Hanik di Kantor BPPTKG, Rabu (30/1).

Hanik menyebut wilayah Kabupaten Boyolali yang terkena hujan abu ada di Kecamatan Musuk, Kecamatan Mojosongo, Kecamatan Teras, Kecamatan Cepogo, dan Kecamatan Simo. Sedangkan wilayah Kabupaten Klaten yang terdampak adalah Kecamatan Kemalang.

Advertisement

Hanik menerangkan jika tiga kali awan panas guguran yang terjadi pada Rabu (29/1) malam, kesemuanya mengarah ke Kali Gendol. Namun karena arah angin saat itu ke timur, material awanpanas guguran pun mengarah ke Kabupaten Boyolali dan Klaten.

"Kalau kecepatannya (angin) kencang ya otomatis itu (material abu) akan terdistribusi. Demikian juga dengan arah angin kalau ada (hujan) abu pasti korelasinya dengan arah angin itu tadi, jadi tadi malam anginnya ke timur," ungkap Hanik.

Hanik menerangkan awan panas guguran pertama terjadi pada Selasa (29/1) pukul 20.17 WIB. Awan panas guguran ini memiliki jarak luncur 1.400 meter dengan durasi 141 detik. Sedangkan awan panas guguran kedua terjadi pada pukul 20.53 WIB dengan jarak luncur 1.350 meter dan durasi 135 detik.

Advertisement

"Awan panas guguran ketiga terjadi pada pukul 21.41 WIB. Awanpanas guguran ini memiliki jarak luncur kurang lebih 1.100 meter dengan durasi 111 detik," urai Hanik.

Hanik menambahkan jika jarak luncur awan panas guguran yang terjadi masih relatif pendek. Sehingga tidak ada peningkatan status Gunung Merapi. Saat ini status Gunung Merapi masih di level waspada.

"Status Gunung Merapi masih waspada. Masyarakat diimbau tidak panik, tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Untuk radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk," pungkas Hanik.

Baca juga:
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Tiga Kali Selama Semalam
Merapi Terus Keluarkan Lava Pijar, Pagi Ini tercatat 6 Kali
Hujan Abu Tipis Kembali Terjadi di Lereng Merapi, 25 Ribu Masker Disiapkan
BPBD Jateng Pastikan 3 Kabupaten Terdampak Gunung Merapi Aman
Gunung Merapi Dua Kali Luncurkan Guguran Lava Pijar
Dari Merapi hingga Selatan Sunda, Dampak Bencana Alam bagi Pariwisata
Gunung Merapi 5 Kali Muntahkan Lava, Zona Bahaya 3 Km dari Puncak

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.