Awal 2017, Pemkot Surabaya luncurkan mesin parkir pra-bayar
Awal 2017, Pemkot Surabaya luncurkan mesin parkir pra-bayar. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Jawa Timur memastikan, mesin parkir meter siap dioperasikan. Januari 2017 mendatang, mesin yang dibeli dari uang APBD senilai Rp 125 juta ini, mulai dipasang di 10 titik kawasan Pemkot Surabaya.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Jawa Timur memastikan, mesin parkir meter siap dioperasikan. Januari 2017 mendatang, mesin yang dibeli dari uang APBD senilai Rp 125 juta ini, mulai dipasang di 10 titik kawasan Pemkot Surabaya.
Kepala UPTD Parkir Surabaya Timur, Tranggono mengatakan, mesin ini berfungsi untuk mendeteksi vocer parkir pra-bayar milik para pelanggan. "Awal Januari nanti, mesin parkir meter sudah dipasang. Tunggu kering tempatnya. Nanti kita ujicobakan dulu," kata Tranggono, Jumat (30/12).
Tranggono menyebut, mesin parkir meter tersebut mirip mesin GTO di Gerbang Jalan Tol. Pemegang vocer parkir pra-bayar nantinya cukup menempelkan kartu miliknya ke mesin sensor. "Jadi mirip mesin GTO yang dipakai di Gerbang Tol. Saldonya juga bisa diketahui secara otomatis," ungkapnya.
Mesin ini, lanjut dia, dioperasikan menggunakan solar cell alias tanpa listrik. "Dengan mesin ini, kebocoran pendapatan parkir bisa berkurang, karena dihitung otomatis. Sementara tugas juru parkir hanya mengatur dan mencatat nomor plat kendaraannya saja," pungkas Tranggono.
Baca juga:
Pendapatan jeblok, Kota Bekasi gagal terapkan sistem parkir meter
Parkir liar dan premanisme hantui warga Ibu Kota
Wagub Djarot uji coba Parkir on The Street
Pemprov DKI bakal gencarkan penerapan parkir nontunai
Tiga jalan di DKI kini pakai mesin terminal parkir elektronik
Awal Desember, Dishub Kota Surabaya terapkan parkir elektronik