LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Atut yakin tidak akan jadi tersangka

Atut sampai saat ini masih dan hanya menyandang sebagai saksi dalam kasus suap terkait sengketa Pilkada Lebak.

2013-10-17 18:01:55
Ratu Atut
Advertisement

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dicegah ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Atut masih menyandang status sebagai saksi dalam kasus Pilkada Lebak yang mana KPK telah menjadi tersangka Ketua MK non aktif Akil Mochtar dan adik kandung Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Bagaimana jika KPK menjadikan Atut sebagai tersangka pada Jumat keramat besok? Juru Bicara Keluarga Ratu Atut, Fitron Nur Ikhsan terdiam sejenak dan menghela nafas panjang. Namun, untuk menutupi kegalauannya, menurut Fitron, keluarga optimis Atut tidak bakal dijadikan tersangka oleh KPK.

"Kita sendiri yakin (Atut) tak terlibat persolan itu, kita tunggu aja KPK," ujar Fitron dengan nada tegas di Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Lebih lanjut, Fitron menegaskan jika Atut sampai saat ini masih dan hanya menyandang sebagai saksi dalam kasus suap terkait sengketa Pilkada Lebak. Namun demikian, andaikan nantinya Atut harus menelan pil pahit dan menjadi tersangka, pihaknya akan kooperatif.

"Kalau kita diproses hukum ya kita ikuti. Persolan siap atau gak, yang jelas kita kooperatif dengan proses hukum," jelas Fitron dengan nada datar.

Menurut Fitron, sampai hari ini belum ada pemanggilan dari KPK terhadap Ratu Atut. Termasuk besok, Jumat keramat, istilah di lingkungan KPK jika ada orang yang akan dijadikan tersangka atau akan dijebloskan ke penjara.

"Sampai hari ini (Atut) diperiksa sebagai saksi, untuk kasus ST, sampai hari ini belum ada pemeriksaan lagi, kita belum ada panggilan," tandasnya.

Sebelumnya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan melalui pengacaranya Pia Akbar Nasution mengaku ada pertemuan antara Akil dan keluarga Atut. Tetapi dia berdalih dalam pertemuan itu tidak disengaja dan tidak melakukan lobi-lobi soal sengketa pemilihan umum kepala daerah di Mahkamah Konstitusi.

"Kalau pertemuan dengan Pak Akil yang di Singapura benar ada," kata Pia selepas menemani kliennya diperiksa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (16/10).

Pia mengatakan, dalam pertemuan pertengahan September lalu, Wawan bertandang ke Singapura buat menyaksikan ajang balap Formula 1. Menurut dia, saat itu Wawan dan Atut berangkat terpisah.

"Bu Atut sendiri juga sudah ada di sana. Jadi mas Wawan duluan sampai sana, baru tahu kalau ada bu Atut. Jadi berangkatnya juga enggak sama-sama," ujar Pia.(mdk/tts)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.