Atlet Muay Thai merana di Jakarta gara-gara sulitnya hubungi Pemda
Atlet Muay Thai merana di Jakarta gara-gara sulitnya hubungi Pemda. Atlet Muay Thai asal Morowali, Sulawesi Tengah, masih terkatung-katung di DKI Jakarta saat menghadiri Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat. Mereka nekat mengikuti ajang ini meski modal sedikit.
Atlet Muay Thai asal Morowali, Sulawesi Tengah, masih terkatung-katung di DKI Jakarta saat menghadiri Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat. Mereka nekat mengikuti ajang ini meski modal sedikit.
Pelatih Muay Thai atlet Morowali Sulawesi Tengah, Iwan Said, menceritakan bagaimana rombongan anak didiknya tiba menghadiri PON XIX Jawa Barat, pekan lalu.
"Kami (di Bandung) kehabisan dana, naik angkot dari Cianjur turun ke Bogor. Sempat mampir ke warung untuk mengisi perut. Ternyata uang sudah sangat minim sekali," cerita Iwan kepada merdeka.com saat ditemui di Hotel Mega, Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (23/9).
Dana selama mengikuti ajang itu pun makin menipis. Uang tersisa hanya cukup untuk membeli tiket kereta menuju ibu kota.
"Malam itu saya tidak berterus terang juga pada pimpinan PB. Dia bilang, bisa ikut rombongan tidak, saya jawab kemungkinan kita ke arah Bogor saja, karena situasinya begini. Dikasihlah kami uang Rp 500 ribu buat makan dan perjalanan kita ke sini. Kurang lebih sisa saat itu Rp 200 ribu sekian. Waktu saya beli tiket kereta masih sisa 20 ribu lebih atau berapa," ungkapnya.
Sesampainya rombongan tersebut ke Jakarta, Iwan tetap melakukan kontak dengan pemerintah provinsi dengan harapan agar tiket untuk pulang ke kampung halaman.
"Saya merenung saja, karena saya tetap kontak dengan daerah, dengan harapan memberikan tiket pesawat mengembalikan kita ke daerah. Harapan kita begitu. Tetap komunikasi sampai jam 8 hingga 9 malam katanya belum ada dana," ucap Iwan.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta Bupati Morowali Anwar Hafid untuk memulangkan atlet Muay Thai yang dilaporkan terlantar di Jakarta. Mereka tidak bisa kembali ke kampung halamannya karena tak memiliki uang untuk membeli tiket pulang usai menghadiri PON XIX di Jawa Barat.
"Pemprov dan KONI Sulteng sama sekali tidak mengetahui keberangkatan mereka ke PON XIX," kata gubernur kepada pers di Palu, Kamis (22/9) malam, terkait laporan bahwa sejumlah atlet Sulteng telantar di Stasiun Manggarai Jakarta, demikian dilansir Antara.
Baca juga:
Atlet PON Sulteng terlantar di Manggarai akhirnya diinapkan ke Mess
Gubernur Sulteng sebut atlet terlantar di Manggarai tak pernah lapor
Cerita atlet Indonesia, pakai dana sendiri & cacat didiskriminasi
Menpora gelar rapat bersama panitia terkait kisruh PON
Mengenal perempuan bersepatu roda tercepat dari Karawang