Atasi Covid-19, Pemerintah Minta Warga Sukarela Pinjamkan Rumah jadi Tempat Isolasi
Doni mengakui fasilitas kesehatan di sejumlah daerah masih terbatas. Sehingga, sulit melakukan isolasi di rumah sakit untuk warga yang baru tiba dari luar negeri.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, memohon masyarakat Indonesia ikut berpartisipasi membantu pemerintah mengatasi wabah virus Corona atau Covid-19 di Tanah Air. Salah satu yang bisa dilakukan, dengan meminjamkan rumah warga untuk dipakai sebagai tempat isolasi mandiri orang yang baru pulang dari luar negeri.
"Saya selaku kepala gugus tugas berharap kepada masyarakat terutama di tingkat kelurahan dan desa, hendaknya menyiapkan beberapa rumah warga yang secara sukarela berkenan menyumbang atau meminjamkan rumahnya, untuk menjadi tempat isolasi mandiri atau karantina rumah, bagi sejumlah saudara yang kembali dari luar daerah atau luar negeri nantinya," kata Doni dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (30/3).
Dia mengakui fasilitas kesehatan di sejumlah daerah masih terbatas. Sehingga, sulit melakukan isolasi di rumah sakit untuk warga yang baru tiba dari luar negeri.
"Di sini kami lihat bahwa ketersediaan fasilitas kesehatan di daerah sangat terbatas," katanya.
Isolasi Mandiri Butuh Komitmen yang Kuat
Sebelumnya, bagi pasien dengan gejala Covid-19 tidak terlalu berat, seperti batuk dan flu biasa, dapat melakukan isolasi mandiri (self isolation) di rumah.
Menyoal isolasi di rumah sudah disosialisasikan juga kepada masyarakat, sehingga tidak perlu khawatir. Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto.
"Isolasi di rumah ini bukan sesuatu yang sulit, tapi membutuhkan komitmen yang kuat, bukan hanya dari pasiennya, tetapi juga dari keluarga. Ini karena pasien harus menggunakan masker selama melaksanakan isolasi di rumah," kata Yuri dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui TV BNPB, Selasa (17/3).
Selanjutnya, pasien yang bersangkutan harus menjaga jarak atau sering disebut sebagai social distancing. Jaga jarak juga dilakukan untuk seluruh anggota keluarga yang lain yang ada di rumah.
Contohnya, tidak menggunakan alat makan dan minum bersama. "Istirahat dan asupan gizi yang cukup. Kemudian tidak kontak dekat tanpa perlindungan. Kalau memungkinkan bisa tidurnya tidak satu kamar."
(mdk/lia)