LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Asyiknya Talaman, tradisi makan bareng ala pesantren

Asyiknya Talaman, budaya makan bareng ala pesantren. Dalam talam tersebut berisi nasi putih, krengsengan tempe dan kacang panjang, ayam goreng serta mie. Para santri dan masyarakat yang berada lokasi acara menikmatinya dengan lahap.

2016-10-22 14:31:00
Hari Santri Nasional
Advertisement

Bagi para santri yang pernah tinggal di pesantren, budaya Talaman tentu bukan sesuatu yang asing. Bahkan kebiasaan makan bareng dalam satu Talam bersama-sama menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Budaya kebersamaan itulah yang kemudian menjadi rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Santri di Kota Malang, Jawa Timur. Ratusan santri dari sejumlah pondok pesantren di Kota Malang menggelar Talaman.

Para santri dengan alas seadanya duduk melingkar beberapa orang. Sementara sebuah talam, lengkap dengan nasi dan lauk pauk berada di tengah-tengah.

Budaya Talaman ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Advertisement

"Ini menu andalan di pesantren. Kalau pernah mondok biasanya makannya memang begini," kata salah seorang santri dari Pondok Pesantren Gasek, Kelurahan Karang Besuki, Kota Malang.

Dalam talam tersebut berisi nasi putih, krengsengan tempe dan kacang panjang, ayam goreng serta mie. Para santri dan masyarakat yang berada lokasi acara menikmatinya dengan lahap.

Sekitar lima ratus santri menggelar acara apel Hari Santri di halaman Museum Brawijaya Malang, Sabtu (22/11). Ratusan talam makanan dibagikan kepada para santri dan masyarakat yang berada di lokasi.

"Kebersamaan dan doanya yang membuat rasanya menjadi berbeda," kata Muhammad Nasrul, salah satu santri.

Sekitar pukul 08.30 WIB para santri menggelar apel dengan mengenakan sarung. Upacara juga diisi pengibaran bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Para santri juga membacakan shalawat dan doa untuk para leluhur.

Pengalaman Talaman

Darmono (29), alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mengaku memiliki pengalaman talaman saat hidup di pondok. Hampir setiap hari makan di pondok dengan cara talaman.

"Kalau di pondok, setiap hari makannya seperti itu. Biasanya nasinya masih panas, terus makannya agak cepat, tangannya kuat-kuatan," kata Darmono, yang mondok tiga tahun selama SMU.

Kata Darmono, biasanya makannya di atas talam yang terbuat dari bambu dan dilapisi daun pisang. Santri biasanya masaknya bareng-bareng dan belanjanya pun bersama-sama.

Pengalaman juga dirasakan oleh Umi Qoidah yang pernah mondok di YTP Kertosono, Jawa Timur. Para santriwati biasanya belanja, masak dan menikmati bersama dengan menu penuh kesederhanaan.

Saat itu, Umi yang mondok dan sekaligus sekolah secara bergantian memasak dengan sistem berkelompok 3-5 orang. Cara masaknya bersama sama, sementara pesantren menyediakan dapur besar dengan peralatan dibeli secara kelompok.

"Kenangan itu yang membuat tidak bisa terlupakan. Sampai sekarang masih ingat dengan teman-teman satu kamar. Kebersamaan menjalankan tugas dan tanggung jawab. Kebiasaan itu membentuk karakteristik santri bagus dalam teamwork," jelas Umi yang pernah menjadi Ketua Keamanan di pondok itu.

Kenangan yang juga masih dirasakan Umi sampai sekarang, harus bangun lebih awal untuk antre bergantian ke kamar mandi. Selain itu juga pernah dihukum karena melanggar aturan pesantren.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.