Asrama Haji Donohudan Segera Jadi RS Darurat Covid-19
Asrama Haji Donohudan yang ada di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, segera berubah fungsi menjadi rumah sakit darurat Covid-19.
Asrama Haji Donohudan yang ada di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, segera berubah fungsi menjadi rumah sakit darurat Covid-19. Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir, asrama yang ada di sebelah barat Kota Solo itu difungsikan sebagai lokasi isolasi mandiri pasien Covid-19 bagi pasien tanpa gejala.
Selain warga Solo, tempat tersebut juga digunakan untuk warga Solo raya. Yakni Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sragen, Karanganyar dan Sukoharjo. Belakangan asrama yang memiliki lebih dari 800 tempat tidur itu juga dimanfaatkan untuk isolasi warga Kudus dan sekitarnya.
Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo Ahyani mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, rumah sakit darurat Asrama Haji Donohudan segera beroperasi khusus untuk penanganan pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan hingga sedang.
"Ini tadi baru disurvei, kemungkinan hitungan hari sudah operasional. Survei dilakuksn oleh Kementerian Kesehatan sebagai leading sector," kata Ahyani, Kamis (15/7).
Dia berharap dengan beroperasinya rumah sakit tersebut dapat meringankan beban rumah sakit di Kota Solo yang saat ini tingkat keterisiannya sudah lebih dari 90 persen.
"Dalam tata kelola Jawa Tengah kan kami sebagai rujukan pasien dari sebagian wilayah Jawa Tengah khususnya di Soloraya dan dari Jateng sisi timur. Seperti Kabupaten Grobogan, Blora, Pati, Kudus. Selain itu juga ada dari Jawa Timur sisi barat," jelasnya.
Akibatnya, lanjut dia, saat ini kapasitas rumah sakit yang ada di Kota Solo sudah mendekati 100 persen.
"Jangan sampai beban di Solo terlalu berat. Oleh karena itu, ini dibagi dengan Donohudan sebagai RS darurat tetapi kemungkinan khusus untuk pasien yang punya potensi kesembuhan lebih besar, seperti OTG, gejala ringan atau sedang karena kalau mereka ini ditampung di rumah sakit jadi tambah stres nanti," jelasnya lagi.
Jika jadi beroperasi, dikatakan Ahyani, maka RS darurat Asrama Haji akan berkapasitas mendekati RSUD dr Moewardi Solo. Untuk saat ini Asrama Haji Donohudan sendiri masih digunakan sebagai lokasi isolasi terpusat dengan kapasitas maksimum sebanyak 872 orang.
"Setelah disurvei dengan penataan bed, bisa menampung dua kali lipat. Harapan kami ini bisa mengurangi beban Kota Solo, tidak lagi ada di level empat," lanjutnya.
Ahyani menyampaikan, saat survei, staf ahli dari Kementerian Kesehatan mengatakan RS darurat tersebut paling tidak operasionalnya hanya sebulan. Kalau pasien sembuh akan sangat mengurangi kepadatan yang terkonfirmasi di Kota Solo. Sedangkan peruntukannya kemungkinan dari Soloraya terlebih dulu serta daerah lain yang terjangkau.
Untuk kesiapan tenaga kesehatan di RS darurat tersebut, terang dia, akan didukung oleh pemerintah pusat. Dengan jumlah kasus Covid-19 di Solo dan sekitarnya yang melonjak tajam berdampak pada tenaga kesehatan yang mulai kelelahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih menambahkan, saat ini perbandingan antara jumlah pasien dengan tenaga kesehatan tidak seimbang. Bahkan meningkatnya tracing atau penelusuran kontak dan tes usap juga menjadi beban tenaga kesehatan yang ada di puskesmas.
"Oleh karena itu dibutuhkan dukungan tenaga kesehatan dari pusat untuk memenuhi kebutuhan di RS darurat," pungkas dia.
Baca juga:
Wagub DKI : Ketersediaan Oksigen di RS Rujukan Covid-19 Masih Bertahan 4 Hari
Bobby Minta Rumah Sakit di Medan Lakukan Penambahan BOR
Prabowo Tinjau Kesiapan Pusdiklat Jemenhan Jadi RS Satelit Penanganan Pasien Covid
BOR Isolasi di 140 Rumah Sakit Rujukan di Jakarta Sudah Menyentuh 92 Persen
Wagub DKI Sebut Keterisian Tempat Tidur Isolasi 91 Persen dan ICU 94 Persen
RSUD dr Slamet Garut Butuh 50 Ventilator untuk Pasien Covid-19