LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Aseng pesan 1,2 juta ekstasi lewat HP, Polri salahkan petugas lapas

Kabagpenum Divhumas Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan ada kelalaian yang dilakukan petugas Lapas Nusakambangan, sehingga banyak napi yang masih bisa melakukan kejahatan dari balik penjara. Salah satunya terpidana Aseng yang bisa memesan 1,2 juta butir ekstasi dari Belanda.

2017-08-04 23:34:00
Kasus Narkoba
Advertisement

Kabagpenum Divhumas Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan ada kelalaian yang dilakukan petugas Lapas Nusakambangan, sehingga banyak napi yang masih bisa melakukan kejahatan dari balik penjara. Salah satunya terpidana Aseng yang bisa memesan 1,2 juta butir ekstasi dari Belanda.

"Lalai. Sebenarnya enggak mungkin. Bisa saja dia ada yang lalai, ada kesengajaan. Bukan rahasia umum lagi, pemetaan kita itu salah satu rawan di LP dan hampir lebih dari 60 persen pelaku ada di LP. Dan patut diduga mereka terus bermain," kata Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/8).

Martinus menuturkan bahwa Indonesia salah satu negara yang menjadi tempat peredaran atau penjualan narkoba untuk Warga Negara Asing (WNA) bahkan warga Indonesia sendiri.

"Kalau konsumen cari tidak, tapi karena pangsa pasar Indonesia banyak, sehingga mereka pada datang semua ke sini. Konsumen itu kalau ada barang dia cari, kalau enggak ada, sakau apa aja dia cari barang," ujarnya.

Martinus pun menerangkan bahwa Aseng memesan barang haram tersebut dari Belanda dan mengendalikan beberapa orang dari Lapas dengan menggunakan telepon genggam.

"Ya caranya lewat telepon dari dalam Lapas, lewat mana lagi emang," ucapnya.

Martinus pun berharap agar para penjahat narkoba tersebut bisa secepatnya dihukum mati. "Harapan kita bisa lebih cepat kalau misalnya mereka dieksekusi mati ya segera bila mereka tidak ajukan PK dan Grasi misalnya. Disegerakan saja," tandasnya.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.