Arswendo sebut banyak wartawan gadungan berkeliaran
"Memang permasalahannya wartawan malas ikut uji kompetensi. Nanti akhirnya akan susah," kata Arswendo.
Budayawan Arswendo Atmowiloto menilai uji kompetensi bagi wartawan sudah harus diterapkan saat ini. Pasalnya, saat ini wartawan gadungan sudah banyak.
"Cocok enggak cocoknya ini sudah keharusan, harus ada verifikasi mau jadi guru, mau jadi dokter, termasuk wartawan," ujar Arswendo di Din Tai Fung Restaurant Pacific Place, Jakarta, Senin, (9/13).
Menurut Arswendo, permasalahan uji kompetensi wartawan tersebut ialah adanya faktor kemalasan dari wartawan tersebut. Lebih lanjut, ia juga memberi saran dengan adanya uji kompetensi diharapkan diakui oleh perusahaan-perusahaan media.
"Memang permasalahannya wartawan malas ikut uji kompetensi. Nanti akhirnya akan susah, kalau tidak ada sertifikasi mungkin media tidak mau menerima," katanya
Seperti diketahui, Arswendo yang juga dosen London School Public Relation itu, juga melihat wartawan gadungan sudah banyak. Sebab, menurutnya lantaran faktor dari tidak adanya uji kompetensi.
"Justru wartawan bodrex ini banyak banget. Dengan adanya uji kompetensi ini ada kelayakan bagi profesi wartawan," tutupnya.
Melalui uji kompetensi kelayakan wartawan sebagai jaminan untuk dapat melahirkan wartawan profesional. Uji kompetensi itu sendiri diawalkan melalui perguruan tinggi sebelum terjun langsung di lapangan.
"Dampak dari uji wartawan tentu lebih besar pada masyarakat nantinya yah, wartawan punya kompetensi sehingga pemberitaan-pemberitaannya lebih tepat untuk menginformasikannya," Dosen London School Public Relation Andre Ikhsano.
Dia mengungkapkan, kampusnya kini telah mencetuskan uji kompetensi wartawan dengan Dewan Pers tahun depan. Ia juga berharap nantinya uji kompetensi tersebut dapat bersaingan dengan wartawan negara lainnya.
"Profesi wartawan sudah diakui, yang terpenting ialah kualitas individu bahwa wartawan selama ini sudah diakui tentu nantinya bisa berkompetensi di negara-negara lain," katanya
Dia juga menjelaskan untuk berjalannya uji kompetensi tersebut, yang terpenting ialah materi-materi dasar seperti teknik wawancara, teknik menulis berita, sampai aspek di redaksi. "Dengan kita uji kompetensi wartawan tersebut, maka pentingnya pelegalan sebagai profesi wartawan," tandasnya.
Laporan: Sukma Alam
(mdk/did)