Area Longsor di Cilawu Garut Meluas, Jumlah Pengungsi Bertambah
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebut bahwa bencana tanah longsor di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu masih terus terjadi hingga Senin (22/2). Hal tersebut menjadikan jumlah warga yang terdampak bertambah di pengungsian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebut bahwa bencana tanah longsor di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu masih terus terjadi hingga Senin (22/2). Hal tersebut menjadikan jumlah warga yang terdampak bertambah di pengungsian.
"Saat ini memang kondisinya masih ada pergerakan kecil, jadi semakin meluas. Jumlah pengungsi juga terus bertambah. Hingga saat ini jumlah pengungsi mencapai 90 kepala keluarga dengan jumlah jiwa mencapai 308 orang. Mereka berasal dari Kampung Cipager dan Kampung Babakan Kawung, Desa Karyamekar," kata Tubagus, Senin (22/2).
Warga saat ini mengungsi di dua tempat yang menjadi pusat pengungsian, yaitu gedung sekolah dan madrasah setempat yang aman dari ancaman longsor susulan. Dia memastikan kebutuhan logistik masih terpenuhi selama di pengungsian karena Pemerintah Kabupaten Garut memperpanjang status tanggap bencana selama tujuh hari ke depan.
Tubagus mengatakan bahwa pihaknya juga akan segera menyiapkan hunian sementara untuk warga yang terdampak sambil menunggu proses relokasi.
"Sebetulnya ada tiga alternatif yang disiapkan, yaitu membuat huntara, menyewa tempat untuk menampung warga, atau tetap di tempat pengungsian. Keputusan itu nantinya akan ditetapkan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cilawu," katanya.
Untuk relokasi, masih menunggu kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Hingga saat ini, tim dari disebutnya PVMBG masih belum datang melakukan kajian di Kecamatan Cilawu.
"Karena kan banyak kejadian, jadi antre yang harus dikaji oleh tim dari PVMBG. Jadinya kemungkinan penanganan pasca longsor di Desa Karyamekar akan memakan waktu lama. Hingga saat ini kecamatan belum menyiapkan tanah untuk relokasi warga jika nanti harus dipindahkan karena masih terus mencari tanah. Kalau nanti sudah ada juga harus dikaji dulu oleh PVMBG kelayakannya untuk permukiman," jelasnya.
Baca juga:
Tanah Longsor Timpa Permukiman di Kemang
Hujan Deras, Banjir Hingga Tanggul Jebol Terjadi di Depok
Longsor di Garut Terus Meluas, Pasokan Listrik Priangan Timur Terancam
Polisi Temukan Formalin dalam Mie Ayam yang Dikonsumsi Pengungsi Longsor Nganjuk
Korban Terakhir Longsor di Nganjuk Ditemukan, Total 21 Orang Dievakuasi
Longsor di Ngetos Nganjuk, Total 18 Warga Tewas dan 1 Masih Pencarian