Apa Beda Rapid Test Antigen dengan Rapid Test Sebelumnya?
Kementerian Kesehatan juga telah menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test Antigen-Swab yakni sebesar Rp250 ribu untuk Pulau Jawa dan Rp 275 ribu untuk di luar Pulau Jawa.
Pemerintah mengganti metode deteksi awal virus Covid-19. Awalnya menggunakan rapid test serologi, kemudian diganti menjadi rapid test antigen.
Kementerian Kesehatan juga telah menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test Antigen-Swab yakni sebesar Rp250 ribu untuk Pulau Jawa dan Rp 275 ribu untuk di luar Pulau Jawa.
Apa beda rapid test antigen dengan rapid test sebelumnya?
Dokter RSCM, Shela Putri Sundawa menjelaskan, sebelum bicara tentang rapid test, sebaiknya kenal dulu dengan yang namanya antigen.
Dari definisi aslinya, kata dia, antigen adalah sesuatu yang dapat memicu reaksi sistem imun. Bentuk antigen itu macam-macam ada yang bagian dari virus, bakteri, polen, zat kimia dan substansi-substansi lain dari lingkungan.
"Dalam konteks rapid test antigen Covid-19 antigen di sini merujuk pada bagian di virus Covid-19. Bisa bagian apapun, tapi dipilih yang paling mewakili si virus. Misal, kalau virus Covid-19 itu diibaratkan mas Adamnya mbak Inul, antigennya itu kumisnya," kata Shela dalam akun Twitternya, @oxfara, dikutip merdeka.com, Jumat (18/12).
Salah satu keunggulan dari rapid test antigen dari rapid test serologi adalah kecepatan deteksinya. Kalau rapid test serologi harus tunggu orang yang terinfeksi masuk hari ke 7 agar hasilnya positif. Tapi rapid test antigen bisa menunjukkan sejak awal orang itu terinfeksi.
Tapi, kata Shela, rapid test antigen juga ada kekurangannya. Misal virusnya sudah mati, tapi jasad dan potongan tubuhnya masih di badan, itu masih dapat terdeteksi sebagai positif. Karena dia tidak bisa bedakan potongan tubuh apa virusnya yang masih hidup.
(mdk/rnd)