Anwar kabur, Rutan Salemba akui kurang pengawasan pengunjung wanita
Rutan Salemba akan memperketat penjagaan bagi pengunjung wanita pasca kaburnya Anwar
Kepala Rutan Salemba Satriyo Waluyo mengatakan, pihaknya akan memperketat penjagaan bagi pengunjung wanita pasca kaburnya Anwar alias Rizal pada Kamis 7 Juli 2016 lalu. Sebab lolosnya Anwar, diakui karena lemahnya pengawasan terhadap pengunjung wanita.
"Kejadian yang kemarin kami memberlakukan pengunjung sama, laki-laki dan perempuan. Jadi kemarin kita memang di perempuan kita tidak begitu terlalu ketat, karena kita hanya mempunyai penghuni laki-laki," katanya di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (17/7).
Dia menambahkan, pengetatan penjagaan akan dilakukan dengan menyamakan prosedur besuk rutan. Di mana pengunjung laki-laki maupun perempuan diwajibkan meninggalkan KTP.
"Jadi kemarin untuk pengunjung perempuan tidak terlalu ketat," terangnya.
Seperti diketahui, Anwar berhasil lolos dengan bantuan istrinya Ade Irma Suryani. Anwar mengelabui petugas dengan menyamar sebagai perempuan yang menggandeng anak.
Selain itu, Anwar bisa kabur dengan menggambar stempel pengunjung perempuan di tangannya, seperti yang tertempel di tangan istrinya.
Untuk pengunjung laki-laki diwajibkan untuk meninggalkan KTP di pos jaga. Sementara tidak begitu untuk pengunjung perempuan, yang hanya diberikan tanda pengenal berupa stampel di bagian punggung telapak tangan.
Baca juga:
Petualangan Anwar 7 hari jadi buron usai lolos dari Rutan Salemba
Bujuk rayu dan ancaman Anwar ke istri agar bantu kabur dari Rutan
Misteri kamar mandi dan penangkapan Anwar di hari Kamis
Rekonstruksi di Rutan Salemba, Anwar dan istri peragakan 36 adegan
Polda Metro sebut tak ada kelalaian sipir rutan atas kaburnya Anwar