Antusias Penumpang saat Ujicoba KRL Solo-Jogja
Bella Oktavia (21) penumpang asal Solo mengaku, dirinya penasaran dengan moda transportasi yang sebelumnya hanya ada di ibu kota negara itu. Sehingga ia pun meluangkan waktu untuk menyambangi Stasiun terbesar di Solo itu.
Mulai hari ini hingga sepekan mendatang, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan uji coba kereta rel listrik (KRL) relasi Solo-Yogyakarta. Uji coba tersebut diperuntukan bagi masyarakat umum, sebelum resmi beroperasi 10 Februari mendatang.
Pantauan di Stasiun Solo Balapan, uji coba hari pertama, masyarakat sangat antusias merasakan kenyamanan moda transportasi massal baru tersebut. Calon penumpang didominasi masyarakat dari kalangan muda.
Bella Oktavia (21) penumpang asal Solo mengaku, dirinya penasaran dengan moda transportasi yang sebelumnya hanya ada di ibu kota negara itu. Sehingga ia pun meluangkan waktu untuk menyambangi Stasiun terbesar di Solo itu.
"Saya dapat info kalau mau ada uji coba KRL. Saya liat di instagram, sama berita online. Saya penasaran saja ingin naik KRL," ujar Bella.
Saat pertama naik KRL, Bella mengaku kesulitan saat hendak masuk melalui gate elektronik. Ia mengaku baru pertama kali mengenal moda transportasi tersebut. Ia tampak kesusahan saat mensingkronkan antara kartu dengan mesin di gate elektronik.
"Saya kan belum pernah mas pakai kartu seperti ini. Tetapi ini lebih memudahkan penumpang sebenarnya, lebih efektif dan cepat. Kita butuh adaptasi aja," katanya.
Keberadaan moda transportasi baru tersebut, membuat calon penumpang memanfaatkannya untuk berswafoto. Seperti dilakukan Intan (23) warga Yogyakarta.
"Bagus sekali keretanya, beda sama yang di Jakarta, desainnya bagus buat foto-foto," katanya.
Menurut Intan, KRL lebih nyaman jika dibandingkan dengan kereta Prameks yang selama ini ia gunakan. KAI Commuter memberlakukan kuota peserta uji coba untuk setiap stasiunnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah kepadatan di stasiun dan menjaga jarak aman atau physical distancing di stasiun maupun kereta.
Selain memiliki jatah kuota/antrean untuk mengikuti perjalanan KRL Uji Coba, calon peserta juga wajib memiliki tiket yang sesuai untuk naik KRL. Masyarakat dapat menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) yang dengan mudah didapatkan di seluruh loket stasiun dengan harga Rp 30.000,- sudah termasuk saldo Rp 10.000.
Selain KMT, masyarakat juga dapat menggunakan dengan menggunakan kartu uang elektronik dari bank yang sudah bekerja sama KAI Commuter yaitu Emoney Mandiri, BRIZZI BRI, Tap Cash BNI, dan Flazz BCA. Setiap KMT atau kartu uang elektronik bank juga hanya berlaku untuk satu orang. Pada masa uji coba, tarif perjalanan yang dikenakan adalah Rp 1 untuk setiap perjalanan.
Para calon peserta juga harus mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai protokol kesehatan di stasiun dan kereta.
Masyarakat yang ingin mengikuti uji coba ini harus mendaftarkan diri melalui aplikasi KRL Access. Calon penumpang juga diimbau untuk datang ke stasiun hanya bila telah memiliki kuota antrean yang sukses terdaftar.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan, ada beberapa ketentuan yang harus diketahui masyarakat atau calon penumpang yang ingin melakukan uji coba KRL Yogyakarta-Solo. Mereka terlebih dahulu harus mendaftarkan diri melalui aplikasi KRL Access.
"Aplikasi dapat diunduh melalui Playstore pada ponsel Android atau Appstore pada ponsel iOS. Selanjutnya, ikuti langkah untuk mengaktifkan akun di KRL Access," ujar Anne, Sabtu (30/1).
Baca juga:
Pembatasan Penumpang, Antrean di Stasiun Bekasi Mengular
Bus Alternatif Siap Atasi Lonjakan Penumpang KRL di Jabodetabek
Hari Pertama di Februari, Penumpang KRL Naik 4 Persen
Segera Dibuka untuk Umum, Berikut Syarat dan Cara Ikut Uji Coba KRL Jogja-Solo
Beroperasi 10 Februari, Harga Tiket KRL Solo-Jogja Rp8000
Selama Masa Uji Coba, Warga yang Ingin Naik KRL Yogya-Solo harus Daftar di Aplikasi