Anton ditangkap Densus, resepsi pernikahan pada 5 Januari gagal
Tim Densus 88 menyita senjata api rakitan, laptop dan uang senilai Rp 90 juta dan 9 peluru.
Terduga teroris Anton alias Septi ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Dusun Tipar Desa Alasmalang Kecamatan Kemranjen Banyumas, Senin (30/12). Anton ternyata berencana melangsungkan pernikahan dengan Shifa (23). Namun, rencana tersebut gagal dilaksanakan karena Anton telah ditangkap anggota Densus.
Kepala Desa Alasmalang, Jalil mengatakan rencana pernikahan tersebut sebelumnya sudah dibicarakan. "Rencananya tanggal 5 Januari, keluarga Anton akan datang untuk membicarakan pernikahan," kata Jalil, Kamis (2/1).
Menurut Jalil, kedua orang tersebut sebenarnya sudah melangsungkan pernikahan siri, namun tidak ada saksi dari perangkat desa dan warga lingkungan sekitar rumah di Alasmalang. "Sebenarnya Anton dan Shifa sudah menikah setahun lalu secara siri," jelasnya.
Anton dan Shifa sudah saling mengenal sejak mondok bersama di sebuah pesantren daerah Sidoarjo. Selama ini, Anton tinggal bersama Bella Maubolang yang merupakan ayah Shifa di Desa Alasmalang.
Bella sendiri menempati rumah adik iparnya, Fauzan, bersama kedua anaknya Shifa dan Yahya di Desa Alasmalang. Fauzan kini tidak diketahui keberadaannya setelah penangkapan tersangka teroris Abu Dujana yang ditangkap sekitar tahun 2007 silam di Desa Kebarongan Kecamatan Kemranjen.
Sebelumnya, pada Rabu (1/1) Densus 88 Antiteror menggeledah rumah Bella, setelah menciduk Anton saat berada di warung internet Ragil yang berada di dekat Pasar Wijahan Kecamatan Kemranjen, Senin (30/12) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Dari hasil penggeledahan di rumah Bella, tim Densus 88 menemukan senjata api rakitan, laptop dan uang senilai Rp 90 juta dan sembilan butir peluru. Tim juga membawa Bella dan kedua anaknya.
Sementara itu, Kepala Dusun IV Alasmalang, Wasinun mengatakan selama ini tak pernah melihat Anton menerima tamu asing di rumah tersebut. "Saya tidak pernah melihat ada tamu Anton di rumah itu," katanya.
"Yang saya tahu, Anton sering pergi ke warnet yang tak jauh letaknya dari rumah mertuanya," jelasnya.
Baca juga:
Warga Ciputat alami trauma pasca penggerebekan teroris
Kapolri: Nurul Haq berencana jihad ke Suriah
Terduga teroris Anton, otak penembakan polisi & pemboman vihara
Ini barang yang disita polisi dari kontrakan teroris di Rempoa
3 Penggerebekan sarang teroris oleh Densus di hari pertama 2014