LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Anto Gondrong lestarikan batik Tarakan agar tak hilang ditelan zaman

Pemilihan warna-warna cerah yang sesuai dengan budaya menjadi ciri batik Tarakan.

2016-08-22 01:37:50
Advertorial
Advertisement

Anto Gondrong, pengrajin batik asal Tuban, Jawa Timur ini sukses mengembangkan desain batik Tarakan, Kalimantan Utara. Berbekal pelatihan membatik yang diterimanya pada tahun 2012 lalu, Anto kini melestarikan kain batik asal Tarakan.

Dari sekian banyak jenis usaha ekonomi kreatif yang ada, Anto sengaja memilih batik sebagai jenis usahanya. Motivasinya bukan untuk mendapatkan penghasilan, melainkan untuk melestarikan budaya yang ada agar tak hilang ditelan zaman.

"Saya sengaja mengangkat produk desain budaya daerah yang tidak begitu dikenal oleh masyarakat. Agar tak hilang ditelan zaman," kata Anto saat ditemui merdeka.com dalam acara Fimela Fest Festival Kain Indonesia di Gandaria City, Jakarta Selatan, Minggu (21/8).

Anto Gondrong dalam acara Fimela Fest Festival Kain Indonesia di Gandaria City ©2016 Merdeka.com

Anto mengatakan, kain batik khas Kota Tarakan ini sudah tersebar hingga ke negara Malaysia. Tak hanya itu, pasarnya pun telah menembus ke mancanegara dan sangat disukai oleh turis yang datang ke Tarakan.

"Pasar kita sudah tersebar ke beberapa negara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam," ungkap Anto.

Anto menambahkan, sehelai kain batik Tarakan dijual mulai dari harga Rp 250.000 hingga Rp 1,5 juta. Anto juga mengakui batik Tarakan lebih dihargai oleh turis mancanegara dibanding warga Indonesia.

Advertisement

Anto Gondrong dalam acara Fimela Fest Festival Kain Indonesia di Gandaria City ©2016 Merdeka.com

Dari 27 motif batik Tarakan kata Anto ada 5 motif yang termasuk terfavorit yakni, sungkul baloy, mangrove, buah terap, pakis pesisir dan pakis enggang. Motif-motif ini terinspirasi dari kekayaan alam flora dan fauna yang ada di Kalimantan khususnya Tarakan.

Meski masih menggunakan bahan-bahan dari Pulau Jawa, namun batik Tarakan ini memiliki ciri khas yang membedakan dari batik daerah lainnya. Pemilihan warna-warna cerah yang sesuai dengan budaya menjadi ciri batik Tarakan.

"Ciri khas yang membedakan batik dari Tarakan, warnanya lebih berani, ngejreng dibandingkan dengan batik yang lain seperti jawa yang cenderung warnanya lebih soft," tutur Anto.

Advertisement
Anto Gondrong dalam acara Fimela Fest Festival Kain Indonesia di Gandaria City ©2016 Merdeka.com


Selain pemilihan warna, bahan dasar warna pada batik juga menjadi ciri khas lain. Untuk beberapa jenis motif misalnya, bahan dasar dari warna-warna batik didapat dari bahan-bahan yang ada di alam. Misalnya seperti kayu, daun-daunan hingga limbah kulit jengkol.

Fashion desainer Barli Asmara menilai, batik Tarakan memiliki ciri khas motif alam baik flora maupun faunanya. Terlebih warna-warna alam yang menjadi ciri khas batik ini. Tak hanya itu, sebagai desainer, Barli mengaku tantangan terbesar dalam mendesain kain batik adalah ukurannya yang hanya 2 meter x 1,15 meter.

"Tantangnya terbesarnya adalah bagaimana membuat sebuah desain dengan ukuran kain yang hanya 2 meter," kata Barli.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.