Antisipasi Covid-19 Varian Baru, Depok Tambah Fasilitas Perawatan
Persiapan yang dimaksud adalah melakukan komunikasi dengan Kostrad Cilodong Depok. Pasalnya lokasi dis ana menjadi bidikan pihaknya untuk dijadikan lokasi perawatan pasien Covid-19.
Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan persiapan penambahan fasilitas layanan perawatan Covid-19. Hal itu juga dalam rangka persiapan jika ditemukan adanya Corona B117 di wilayahnya.
Namun sejauh ini pihaknya mengaku belum menerima keterangan resmi dari pemerintah terkait virus jenis baru tersebut.
“Penjelasan resmi dari kementerian dalam hal ini terkait masalah varian baru Covid-19 kita baru mendengar dari media, kita nggak mau isu-isu menjadi gosip ya, kita minta kepastian saja. Tapi tetap kita sudah antisipasi dalam hal misalnya persiapan fasilitas, di antaranya kita akan menambah hari ini ini saya akan bincang-bincang untuk konfirmasi fasilitas isolasi. Bahasa kita rumah sakit lapangan,” katanya, Jumat (5/3).
Persiapan yang dimaksud adalah melakukan komunikasi dengan Kostrad Cilodong Depok. Pasalnya lokasi di sana menjadi bidikan pihaknya untuk dijadikan lokasi perawatan pasien Covid-19.
“Ya memang sudah kita persiapkan juga, nanti kita kerjasama dengan Kostrad. Ini salah satunya,” ucapnya.
Selain itu pihaknya juga akan melakukan penambahan ruang ICU. Dengan demikian pasien pasien dapat terlayani dengan baik.
“Tentunya penambahan ICU dan sebagainya sehingga bed occupancy ratio (BOR) kita untuk keterisian RS itu sekarang 65 persen, yang sebelumnya 87 persen. Artinya, masih banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan,” katanya.
Idris mengaku pihaknya belum mendapat arahan apapun dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baik lisan maupun tulisan. Dikatakan dia, secara langsung pihaknya belum menerima arahan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Yang kedua, sambung dia secara birokrasi pun pihaknya masih belum menerima surat apapun.
“Kita kan dalam alam demokrasi ini tidak hanya cukup bicara, tapi juga dengan arahan langsung. Arahan langsung belum ada ke kami. Kedua masalah tulisan. Birokrasi itu harus ada penjelasan penulisan sehingga nanti akan kita kaji, kita lihat kita bersama apa-apa yang perlu dipersiapkan oleh kita,” pungkasnya.
Baca juga:
ATM Masker Tersedia di Bandara Soekarno Hatta
Panglima TNI: Sudah Divaksin Tak Berarti Tubuh Kebal dari Virus Corona
Berkat Pembebasan Pajak Mobil Baru, Permintaan Produk Honda Naik 50 Persen
Update Vaksin Covid-19 Merah Putih
Kemenkes Permudah Lansia dan Pelayan Publik Mendapatkan Vaksin