LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Antisipasi Pemudik, DPR Saran PPKM Level 3 saat Libur Natal Lebih dari Sepekan

Menurut politisi PDIP ini, perlu ada upaya yang lebih dalam memperketat pergerakan orang untuk mengurangi risiko lonjakan kasus Covid-19.

2021-12-02 14:47:40
PPKM
Advertisement

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyarankan PPKM Level 3 pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diterapkan lebih dari seminggu. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya pemudik yang melakukan curi start sebelum PPKM diberlakukan pada 24 Desember 2021.

“Untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada libur Nataru, perlu dilakukan PPKM Level 3 lebih dari seminggu agar tidak ada yang mencuri start mudik, dan betul-betul mengurangi mobilitas masyarakat,” katanya, Rabu (1/12).

Dalam Inmendagri Nomor 62 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri, PPKM Level 3 Nataru berlangsung dari tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Advertisement

Menurut politisi PDIP ini, perlu ada upaya yang lebih dalam memperketat pergerakan orang untuk mengurangi risiko lonjakan kasus Covid-19.

“Baik itu pembatasan di tempat wisata, aktivitas di mal, kemudian larangan mudik dan cuti bagi ASN/PNS hingga pegawai swasta, pengawasannya harus dilakukan secara menyeluruh,” tuturnya.

Rahmad juga meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan transportasi darat yang relatif susah dikendalikan. Tak hanya angkutan umum, namun kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.

Advertisement

“Semoga dengan pemberlakuan ganjil-genap, termasuk di tol, dapat mengurangi pergerakan orang. Perlu juga diawasinya jalur-jalur tikus agar setiap pergerakan orang dapat terdeteksi,” ujarnya.

Rahmad mengingatkan pentingnya koordinasi pihak-pihak terkait untuk mencegah gelombang kasus Covid-19. Mulai dari aparat hingga penyelenggara industri perdagangan, industri transportasi, industri hospitality, pariwisata, pengurus gereja dan panitia Natal serta pengurus rumah ibadah lainnya.

“Jangan sampai terjadi lagi lonjakan kasus kematian dan infrastruktur kesehatan yang lumpuh seperti yang terjadi usai libur Idulfitri lalu,” tegasnya.

Meski begitu, Rahmad meminta pemerintah tetap bersiap apabila terjadi lonjakan kasus usai libur Nataru seperti yang telah diprediksi oleh sejumlah pakar. Terlebih dengan adanya varian baru virus Corona, Omicron, yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi.

“Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat dan fasilitas kesehatan harus tetap bersiap dengan segala kemungkinan terburuk. Selain pencegahan, langkah persiapan tetap dibutuhkan agar kita sudah ready bila kondisi pandemi kembali memburuk,” ujar Rahmad.

Baca juga:
Objek Wisata di Gunung Kidul Tetap Buka saat Libur Natal dan Tahun Baru
4 Ruas Tol Terapkan Ganjil-Genap di Libur Natal, Termasuk Tol Cikampek-Palimanan
Warga Mau Mudik saat Natal & Tahun Baru Harus Bawa Surat RT-RW untuk Buat Stiker
Jelang Libur Nataru, Polisi Aktifkan Kembali Posko PPKM Mikro di Jateng
Polisi Pastikan Tak Putar Balik Kendaraan yang Langgar Aturan Perjalanan saat Nataru

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.