Anies minta Ahok-Djarot tak gunakan otoritas untuk kampanye
Menurut Anies, seorang kewiranegaraan itu ujiannya saat menjabat dan bukannya sebelum menjabat. Terlebih lagi saat-saat masa tenang kampanye.
Pasangan calon nomor urut dua petahana Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat sore hari ini akan kembali menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta usai cuti untuk kampanye pilgub putaran kedua. Calon Gubernur nomor urut tiga, Anies Baswedan berharap Ahok tidak menyalahgunakan jabatannya selama masa tenang pilkada DKI Jakarta putaran kedua.
"Yang penting adalah jangan menggunakan otoritas untuk kepentingan kemenangan," kata Anies, di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (15/4).
Menurut Anies, seorang kewiranegaraan itu ujiannya saat menjabat dan bukannya sebelum menjabat. Terlebih lagi saat-saat masa tenang kampanye.
"Jadi ujiannya justru saat diberikan kekuasaan apalagi memberikan kekuasaan di masa-masa tenang," ujar Anies.
Dia mengimbau pada Ahok-Djarot menggunakan otoritasnya dengan sebaik mungkin dan bukannya untuk kampanye.
"Tunjukan bahwa memang otoritasnya memang dipake bukan untuk kegiatan kampanye," pungkasnya.
Baca juga:
Anies minta peresmian Masjid KH Hasyim Asyari tak dipolitisir
Charta Politika: Ahok-Djarot 47,3 persen, Anies-Sandi 44,8 persen
Diusir usai Salat Jumat, Djarot imbau takmir masjid tak provokasi
Anies di Kalijodo: Sekarang berjuang pakai paku coblos paling kanan
Djarot soal tamasya Al Maidah: Tamasya itu ke Kalijodo atau Blok M
Menag soal Djarot diusur usai Salat Jumat: Masjid tempat kedamaian