Anies Baswedan: Jakarta Tidak Lockdown, Tapi Warga Harus Saling Melindungi
Anies menegaskan, telah menyiapkan seluruh sumber daya termasuk anggaran untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Dia mengatakan, upaya pencegahan penyebaran corona harus dilakukan dengan disiplin.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, tidak akan menutup alias lockdown kota Jakarta karena virus Corona Covid-19. Namun dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar saling menjaga satu sama lain.
Anies menegaskan, telah menyiapkan seluruh sumber daya termasuk anggaran untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Dia mengatakan, upaya pencegahan penyebaran corona harus dilakukan dengan disiplin.
Anies menutup seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah. Namun dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi berkegiatan di luar rumah.
"Kurangi kegiatan-kegiatan di luar rumah, kita tidak melakukan penutupan (lockdown), tapi kami meminta kepada semua warga, mari ambil sikap bertanggungjawab pada diri sendiri, keluarga, dan seluruh komponen masyarakat dengan cara melindungi diri dan melindungi masyarakat," jelas Anies di Balaikota Jakarta, Sabtu (14/3).
Anies juga mengatakan, seluruh dokter dan tenaga medis telah disiapkan untuk menangani pasien gejala maupun positif corona. Namun, dia meminta warga sabar, karena para tenaga medis punya tugas yang amat berat menangani pasien yang jumlahnya melonjak.
"Kami dengar langsung dari asosiasi IDI bahwa para dokter siap membantu menangani persoalan ini Insyaallah Jakara bisa mengendalikan penyebaran virus Covid-19," tegas Anies.
Anies merinci saat ini ada 8 rumah sakit yang menjadi rujukan untuk menangani kasus Corona. Sementara, DKI memiliki 1.838 klinik, 44 Puskesmas di setiap Kecamatan serta 350 dokter serta 7.300 perawat yang siap melayani.
"Saat ini para petugas medis baik dokter maupun perawat mereka mengalami beban pekerja yang tidak kecil, amat besar kita berikan apresiasi sebesar-besarnya. Mereka di garda terdepan," jelas Anies lagi.
(mdk/rnd)