Angkasa Pura minta maaf peristiwa penelanjangan sopir taksi online
General Manajer PT. Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama meminta maaf kepada para sopir taksi online atas kejadian penelanjangan terhadap seorang sopir taksi berinisial F di Bandara Adisutjipto pada Minggu (18/6) yang lalu.
General Manajer PT. Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama meminta maaf kepada para sopir taksi online atas kejadian penelanjangan terhadap seorang sopir taksi berinisial F di Bandara Adisutjipto pada Minggu (18/6) yang lalu. Permintaan maaf ini disampaikan Agus saat menerima perwakilan dari Paguyuban Pengemudi Online Jogja (PPOJ) di Kantor Angkasa Pura, Selasa (20/6).
"Mewakili manajemen Angkasa Pura, saya meminta maaf atas kejadian yang terjadi di Bandara Adisutjipto. Pihak Angkasa Pura juga menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut," ujar Agus.
Agus menuturkan, setelah kejadian itu, pihak Angkasa Pura segera melakukan pertemuan dengan pihak operator mobil sewa dan taksi yang resmi beroperasi di Bandara Adisutjipto. Pertemuan itu, kata Agus, dihadiri oleh empat operator mobil sewa dan satu operator taksi.
"Kami kumpulkan dan kami beri arahan. Ke depan agar peristiwa ini tak terjadi lagi," ungkap Agus.
Agus menuturkan bahwa saat ini ada 450 armada yang beroperasi di Bandara Adisutjipto. Armada tersebut, lanjut Agus, resmi dan memiliki izin dari pihak Bandara Adisutjipto.
"Ke 450 armada ini selama 2 bulan belakangan mengeluh karena kondisi sepi penumpang. Hal ini secara tak langsung membawa dampak pada emosi para driver di Bandara Adisutjipto. Nah, kemarin itu topnya. Untuk itu kami meminta maaf atas peristiwa yang terjadi," terang Agus.
Agus menambahkan bahwa saat ini pihaknya terus membenahi moda transportasi darat di Bandara Adisutjipto. Pembenahan ini dilakukan agar ke depannya para pengguna jasa Bandara Adisutjipto bisa lebih nyaman lagi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang sopir taksi online berinisial F mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat kedapatan menaikkan penumpang di Bandara Adisutjipto. F dipaksa ubtuk melepaskan pakaiannya dan hanya tinggal menyisakan celana pendek saja. F pun digelandang hingga lobi Bandara Adisutjipto.
Di lobi Bandara Adisutjipto itu, F dipaksa untuk tiga kali menyanyikan lagu Garuda Pancasila, push up sebanyak 50 kali, berteriak meminta maaf hingga mencium pipi kiri dan kanan dua buah patung yang ada di sana. Tak hanya itu, F pun juga diteriaki pencuri dan dicoret-coret dada maupun perutnya dengan spidol.(mdk/bal)