LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Angka Covid di Jakarta Tinggi, Polisi Bubarkan Massa Aksi 1812

Sebelum dibubarkan, polisi lebih dahulu memberikan imbauan kepada massa aksi untuk dapat kembali ke rumahnya masing-masing.

2020-12-18 15:33:45
Demo
Advertisement

Massa aksi 1812 dibubarkan oleh aparat gabungan TNI-Polri. Massa yang dibubarkan tersebut karena diduga tidak mau mengikuti rapid test dan rapid antigen yang sudah disiapkan oleh petugas.

Sebelum dibubarkan, polisi lebih dahulu memberikan imbauan kepada massa aksi untuk dapat kembali ke rumahnya masing-masing.

"Kami minta, saudara-saudari sekalian untuk bubar. Angka Covid-19 di wilayah DKI Jakarta masih terlalu tinggi, jangan sampai anda menularkan virus corona kepada orang lain," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto, Jumat (18/12).

Advertisement

Ia pun kembali mengingatkan massa aksi, untuk dapat membubarkan diri sebelum pihaknya melakukan tindak tegas kepada massa aksi.

"Kami ingatkan pandemi Covid di Jakarta masih cukup tinggi jangan ada kerumunan di daerah Jakarta, silakan kembali silakan untuk bubar. Saya ingatkan untuk kembali. Ini membahayakan jiwa," tegasnya.

"Kami akan melakukan tindakan tegas untuk membubarkan kerumunan. Pasukan persiapan bubarkan massa yang berkerumun. Petugas silakan imbau warga untuk kembali. Ibu-ibu silakan kembali," tutupnya.

Advertisement

Polisi Minta Massa Aksi 1812 Jalani Rapid Rest dan Rapid Antigen

Sebelumnya, Polisi meminta massa yang telah berkumpul di sekitar area Monas, Jakarta Pusat untuk mengikuti rapid test serta rapid antigen. Massa aksi 1812 ini melakukan demo terkait tewasnya enam laskar FPI dan ditahannya Pimpinan Ormas FPI Habib Rizieq Syihab.

Kapolsek Metro Gambir Kompol Kadek Budiarta mengatakan, pemeriksaan rapid test dan rapid antigen ini sebagai bentuk pelaksanaan protokol kesehatan sekaligus bentuk pencegahan penyebaran covid-19.

"Kami minta, agar bapak dan ibu sekalian untuk tidak berkerumun. Silakan ikut kami ke posko Covid-19 yang telah kami siapkan untuk menjalani rapid test dan rapid antigen," kata Budi kepada wartawan, Jumat (18/12).

Selain itu, ia ingin agar massa yang telah datang dan berkumpul untuk tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Patuhi protokol kesehatan. Selalu gunakan masker secara benar, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan," ujarnya.

Ia menegaskan, apabila massa tidak mematuhi protokol kesehatan. Maka, pihaknya akan melakukan pembubaran terhadap massa aksi tersebut. "Apabila diimbau dan tidak mengikuti, kami akan melakukan pembubaran," tegasnya.

Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Heri Ompusunggu menjelaskan, apabila massa tidak mengikuti imbauan tersebut. Maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas. "Kami bisa saja lakukan penahanan. Jadi, kami minta untuk mengikuti imbauan ini," jelas Heri.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.