LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Angka Balita Stunting di Bekasi Mencapai 16,7 Persen

Sebanyak 16,7 persen bayi di bawah lima tahun di Kota Bekasi, Jawa Barat menderita stunting. Data itu berdasarkan catatan Dinas Kesehatan. Angka ini masih di bawah ambang batas nasional.

2019-12-04 01:05:00
Stunting
Advertisement

Sebanyak 16,7 persen bayi di bawah lima tahun di Kota Bekasi, Jawa Barat menderita stunting. Data itu berdasarkan catatan Dinas Kesehatan. Angka ini masih di bawah ambang batas nasional.

"Meski di bawah batas nasional, kami terus berupaya menekan angka ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati di Bekasi, Selasa (3/12).

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari anak berada di dalam kandungan dan baru terlihat ketika anak berusia dua tahun.

Advertisement

Dia menyatakan, langkah pemerintah menekan angka stunting dengan memaksimalkan kader-kader pos pelayanan terpadu (posyandu) di lingkungan. Mereka bertugas melakukan pemantauan terhadap kebutuhan gizi bayi maupun ibu hamil di wilayahnya.

"Ini langkah antisipasi, supaya ke depannya anak produktifitasnya bagus kemampuan kognitifnya juga bagus," kata Tanti.

Advertisement

Balita yang mengalami stunting berisiko terjangkit penyakit lain, seperti diabetes hingga jantung. Soalnya, kata dia, pertumbuhan anak stunting cenderung melebar bukan meninggi atau ke atas. Karena itu butuh penangan sejak dini.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Choiruman Juwono Putro mengatakan, masalah stunting menjadi perhatian. Karena itu, peran kader posyandu menjadi vital. Sayangnya, insentif mereka dihentikan sejak Juni lalu dan akan diganti dana operasional mulai 2020 mendatang.

"Kami meminta dinormalkan kembali," katanya.

Belasan ribu kader Posyandu sebelumnya mendapatkan insentif sebesar Rp400 ribu per bulan. Tapi, sejak Juni lalu dihentikan karena keuangan daerah mengalami defisit.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.