Angin kencang di Banda Aceh, pohon tumbang timpa rumah warga
Angin kencang secara mendadak terjadi sekitar pukul 15.15 WIB yang mengakibat pohon tumbang, membuat arus listrik juga terputus. Setelah warga setempat dan petugas gabungan bergotong-royong, dua jam kemudian pohon yang tumbang juga menutupi lorong di gampong tersebut berhasil dipindahkan.
Cuaca ekstrem mendadak terjadi di Banda Aceh Kamis (13/7). Meskipun tidak ada korban jiwa, namun dua unit rumah di Gampong Ile, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh mengalami rusak bagian atapnya akibat tertimpa pohon.
Angin kencang secara mendadak terjadi sekitar pukul 15.15 WIB yang mengakibat pohon tumbang, membuat arus listrik juga terputus. Setelah warga setempat dan petugas gabungan bergotong-royong, dua jam kemudian pohon yang tumbang juga menutupi lorong di gampong tersebut berhasil dipindahkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh, Fadhil yang terjun langsung ke lokasi mengatakan, bencana ini terjadi secara tiba-tiba selain pohon tumbang, ada juga beberapa lokasi lainnya atap rumah yang nyaris terlepas.
"Usai angin kencang ini memang ada dua unit rumah yang tertimpa atapnya, tetapi tidak membuat rumah hancur, ada juga beberapa atap rumah yang nyaris terlepas," kata Fadhil di lokasi kejadian.
Menurut Fadhil, yang terpenting setiap ada bencana perlu ada partisipasi seluruh masyarakat secara bersama-sama membantu untuk penanggulangannya. Seperti sekarang semua warga bersama petugas langsung melakukan pembersihan material yang ada.
"Nanti kita minta kepada kepala desa untuk segera membuat laporan kepada Dinas Sosial agar bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Yang terpenting adalah partisipasi semua masyarakat," jelasnya.
Sementara itu Kepala Seksi Data dan Informasi Forecaster on Duty Citra BMKG Aceh, Zakaria mengatakan, angin kencang yang terjadi di Banda Aceh terpantau 32 knots.
"Untuk angin jarang dikatagorikan normal, tetapi lebih dari 15 knot dikategorikan angin kencang," kata Zakaria.
Katanya, terjadi angin kencang biasanya terjadi Mei sampai September setiap tahunnya, dikenal dengan sebutan musim barat. Akan tetapi untuk tahun 2017 ini tidak terlalu signifikan seperti tahun lalu.
Sedangkan kecepatan angin yang tercatat di Kapal Kresna (Kapal SAR), sebutnya, tercatat 40 knot. Ini terjadi perbedaan dengan yang dicatat oleh BMKG karena kapal tersebut mencatat secara langsung yang diterima dari laut lepas.
"Kalau di darat terjadi pelambatan oleh gedung dan pohon-pohon, kalau di laut lepas langsung bisa diterima, maka terjadi perbedaan," jelasnya.
Baca juga:
Hujan lebat, rumah warga di Banyumas tertimbun longsor 15 meter
Hujan deras, Bandara Ngurah Rai sempat tutup 1 jam
Hujan deras dan puting beliung terjang kawasan pantai di Buleleng
Pemandangan amukan Badai Merbok di langit Hong Kong
Hujan es di Karo, 100 unit rumah rusak
Tolak berlayar di cuaca buruk, kapten kapal nyaris dipecat
Curah hujan tinggi, longsor dan banjir mengintai Cilacap & Banyumas