Anggota TNI AL aniaya 2 polisi di Padang gara-gara balap liar
Saat ini, masalah tersebut sudah selesai. Kedua pihak sudah berdamai.
Pengeroyokan terhadap dua anggota Opsnal Polresta Padang, Bripka Hendra Satria dan Brigadir Putra Setiawan yang dilakukan TNI AL, terjadi saat itu dua anggota polisi usai mengamankan balap liar.
"Terjadi (pengeroyokan) di lapangan. Masalahnya tentang balap liar," Kabid Humas Polda Sumatera Barat, AKBP Syamsi saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (1/2).
Syamsi menjelaskan, akibat peristiwa itu dua anggota mengalami luka lebam. Namun, saat ini masalah tersebut sudah selesai. "Masing-masing pimpinan sudah ketemu. Sudah damai," jelasnya.
Dia menambahkan, kini anggota TNI yang melakukan aksi anarkis tersebut sudah diproses. "Sudah diproses di TNI oleh mereka," kata Syamsi.
Informasi dihimpun, kejadian itu terjadi pada Minggu (31/1) sekitar pukul 03.30 WIB, di Jalan Ratulangi Padang. Saat itu, dua anggota polisi tersebut sedang melaksanakan giat antisipasi balap liar.
Ketika melaksanakan giat itu, mereka mendapati orang tengah melakukan balap liar. Lantaran dirasa mengancam pengguna jalan lainnya, kedua anggota Opsnal langsung membubarkan kegiatan tersebut.
Setelah dibubarkan, keduanya pergi ke warung yang tak jauh dari lokasi. Namun, saat berada di warung tiba-tiba dipukul di bagian kepala belakang diduga dengan menggunakan kayu balok yang diduga dilakukan oleh anggota TNI AL.
Baca juga:
Sekelompok anggota TNI AL aniaya 2 anggota Polresta Padang