Anggota Timwas Century: Psikologi KPK tak siap hadapi kami
"Kami kan hanya ingin mendengar progress report, tidak ingin melakukan persidangan," kata Hendrawan.
Anggota Timwas Century Hendrawan Supratikno kecewa lantaran pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak menghadiri rapat bersama Timwas Century DPR. Menurut dia, Abraham Samad dan para petinggi KPK tidak siap berhadapan dengan Timwas.
"Kesan kami sudah menjadi kenyataan, bahwa KPK secara psikologis tidak siap untuk berhadapan dengan kita untuk membongkar FPJP (Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek) ini," kata Hendrawan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (22/5).
Alasan Abraham dalam surat bahwa KPK ingin menghindari konflik kepentingan dinilai tak mendasar. Sebab, menurut politikus PDIP ini, para anggota Timwas Century DPR juga mengetahui batas-batas materi yang tidak akan mengganggu penyidikan yang dilakukan KPK.
"Kami kan hanya ingin mendengar progress report, tidak ingin melakukan persidangan," kata Hendrawan.
Sebelumnya, pimpinan KPK menolak menghadiri rapat Timwas Century bersama anggota DPR di Gedung Parlemen. Alasannya, materi pembahasan di Timwas, merupakan materi perkara yang sedang disidik KPK.
"Dengan demikian, agenda acara tersebut telah memasuki ruang lingkup pokok perkara yang sedang dilakukan penyidikan oleh KPK," bunyi surat yang diteken Ketua KPK Abraham Samad.
Selain itu, alasan KPK karena untuk menjaga obyektivitas dan menghindari konflik kepentingan.
"Untuk menjaga independensi KPK berdasarkan pasal 36 huruf a UU RI tahun 2002 tentang KPK. Pimpinan dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain, yang ada hubungannya dengan perkara Tipikor yang ditangani KPK dengan alasan apa pun," bunyi surat itu lagi.
(mdk/ren)