Anggota Komisi IX Cecar Menkes Soal Pejabat Dapat Booster Vaksin Covid-19
Anggota Komisi IX DPR itu mengutip temuan LaporCovid-19 bahwa sejumlah pejabat sudah menerima vaksin booster jenis Moderna. Padahal seharusnya vaksin tersebut diperuntukan bagi tenaga kesehatan.
Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Demokrat Aliyah Mustika Ilham menanyakan kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengenai kabar sejumlah pejabat menerima vaksin booster lebih dahulu daripada tenaga kesehatan.
Aliyah mengutip temuan LaporCovid-19 bahwa sejumlah pejabat sudah menerima vaksin booster jenis Moderna. Padahal seharusnya vaksin tersebut diperuntukan bagi tenaga kesehatan.
"Tapi yang menariknya kok pejabat buru-buru ya mau menggunakan vaksin booster tersebut, khususnya Moderna," ujar Aliyah saat rapat Menkes dengan Komisi IX di DPR, Rabu (25/8).
Menurut temuan LaporCovid-19, kata Aliyah, Panglima TNI hingga Gubernur Kalimantan Timur sudah menerima vaksin booster
"Karena menurut temuan LaporCovid diduga Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Gubernur Kaltim sudah menerima vaksin ketiga atau vaksin booster yang jenis Moderna," ujar Aliyah.
Dia pun mempertanyakan kebenaran informasi tersebut. Jika benar, maka pemerintah pusat dinilai belum memiliki ketegasan untuk mengawasi distribusi vaksin hingga daerah.
"Untuk itu perlu adanya penguatan pengawasan dan pemerintah daerah juga memeperbaiki mekanisme dan sasaran vaksinasi," ucapnya.
Aliyah menilai, vaksin booster seharusnya digunakan untuk tenaga kesehatan. Dia meminta tidak dibuat gaduh vaksin tersebut kepada para pejabat.
"Melihat ketersediaannya, saya masih mendukung bahwa vaksinasi booster ini diperuntukan kepada tenaga kesehatan, jangan dibuat gaduh dengan pemberian vaksin booster kepada para pejabat. Di situasi ini kita perlu memiliki sense of crisis dan empati yang tinggi kepada masyarakat dan juga para nakes," pungkasnya.
Baca juga:
Vaksinasi Covid-19 Moderna untuk Masyarakat Umum di RSUD Pasar Minggu
Vaksin Covid-19 Johnson and Johnson Masuk Indonesia Bulan Depan
451 Ibu Hamil di Badung Divaksinasi Covid-19 Tahap Pertama
Menkes Sebut Vaksinasi di DKI dan Bali Sudah 100%, Tapi Masih Ada 5 Provinsi Terendah
Menkes: Penerima Vaksin Gotong Royong Baru 1,5 Juta dari 15 Juta Target
Seorang Dokter di Bulukumba Meninggal Diduga Usai Divaksinasi Tahap Tiga