Anggota jadi korban, Polri perketat penggunaan dan peredaran pistol
Anton mengatakan kasus narkoba sangat erat kaitannya dengan para mafia.
Kepolisian Republik Indonesia langsung mengeluarkan telegram rahasia perihal pengetatan dan pengawasan senjata api di Indonesia. Hal itu dilakukan, setelah adanya perlawanan dari gembong narkotika yang menembak anggota polisi saat akan ditangkap.
"Ini bukti kalau jaringan narkotika itu erat kaitannya dengan masalah senjata. Kami dari Mabes Polri sudah mengeluarkan telegram rahasia soal pengetatan penggunaan dan pengawasan senjata api, baik senjata api kaliber tertentu termasuk juga airsoft gun. Akan lebih ditertibkan lagi," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan, di Mabes Polri, Rabu (20/1).
Anton mengatakan kasus narkoba sangat erat kaitannya dengan para mafia. Sehingga, dapat disimpulkan, peredaran narkoba adalah kejahatan yang terorganisir.
Selain itu, Anton menilai kebrutalan para gembong narkoba beberapa waktu lalu sangat wajar. Apa lagi, mereka menganggap penghasilan dari bisnis barang haram itu sebagai sumber kehidupan.
"Bagi mereka kan narkoba halal, jadi kalau ada yang menghalangi ya mereka hantam saja," tegasnya.
Diketahui, beberapa hari terakhir ini polisi menjadi korban dari keganasan para gembong narkotika. Mereka melakukan perlawanan saat akan ditangkap, tak tanggung-tanggung beberapa polisi pun tewas saat menggerebek para gembong.
Salah satunya, penggerebekan di Berlan, Jakarta Pusat, di mana Bripka Taufik ditemukan tewas di kali Kanal usai menggerebek gembong narkoba di salah satu rumah di Jalan Slamet Riyadi 4, Matraman, RT 12/04, Kampung Berlan, Kebon Manggis, Jakarta Timur, Senin (18/1) malam.
Bripka Taufik melompat ke kali setelah merasa terdesak saat para gembong melakukan pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam. Namun, nasib nahas menimpanya, usai dinyatakan hilang, Brika Taufik ditemukan sudah tak bernyawa.
Berbeda dengan Bripka Taufik, nasib sial juga dialami Kasubnit Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat, Iptu Supriyatin dan Bripka Aris Dinanta. Beruntung kedua anggota ini hanya mengalami luka tembak di bagian lengan kanan dan dada.
Iptu Supriyatin dan Bripka Aris ditembak saat menggerebek rumah seorang pengedar narkoba jenis Sabu di Jalan Bugis Nomor 85, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (19/1) dini hari. Meski tertembak, keduanya berhasil menangkap pelaku dan membawanya ke Mapolres Jakarta Utara.(mdk/eko)