Anggota DPR Usul Tenaga Medis dan Relawan dari Mahasiswa dan Akademi Perawat
Politikus PKB ini menggarisbawahi rekrutmen tenaga medis ini harus disertai dengan jaminan keselamatan. Alat pelindung diri (APD) bagi relawan ini harus benar-benar tersedia, serta disertai kontrak kerja yang jelas.
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengaku banyak menerima informasi jika tenaga medis cukup terbatas. Pemerintah harus benar-benar memikirkan ketersediaan tenaga dan fasilitas medis. Ini untuk mendukung keberadaan rumah sakit darurat Corona.
Dia mendorong pemerintah gencar membuka rekrutmen relawan untuk membantu penanganan pasien Corona.
"Kami menyarankan agar pemerintah bekerja sama dengan akademi-akademi keperawatan untuk mencari relawan penunjang tenaga medis rumah sakit darurat Corona. Mahasiswa keperawatan di tingkat akhir bisa didorong untuk mendaftarkan diri," ujarnya kepada wartawan, Minggu (22/3).
Politikus PKB ini menggarisbawahi rekrutmen tenaga medis ini harus disertai dengan jaminan keselamatan. Alat pelindung diri (APD) bagi relawan ini harus benar-benar tersedia, serta disertai kontrak kerja yang jelas.
"Selain itu para mahasiswa kedokteran juga bisa dilibatkan dalam upaya menutupi tenaga medis untuk menangani pasien Corona," katanya.
Dia mendukung penuh keputusan pemerintah memanfaatkan wisma atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat Corona atau Covid-19. Selain berada di lokasi strategis, fasilitas wisma kompleks atlet Kemayoran cukup memadai jika digunakan sebagai rumah sakit darurat.
"Wisma atlet ini total mampu menampung lebih dari 22.000 pasien, jadi jika digunakan sebagai rumah sakit darurat maka relatif mencukupi," ungkap dia.
Dia mengatakan pasca perhelatan Asian Games tahun 2018, fasilitas milik negara tersebut masih kosong sehingga memungkinkan digunakan dalam kondisi darurat.
Apalagi fasilitas seperti tempat tidur, lemari pakaian, kursi dan meja tamu, pendingin ruangan dan penghangat air di setiap kamar mandi masih terawat dengan baik karena masih dalam tanggung jawab Kementerian PUPR.
"Ada dana Rp 5 miliar per tahun yang dialokasi sebagai biaya perawatan asset negara tersebut sehingga semua fasilitas di wisma masih terjaga dengan baik," katanya.
Baca juga:
Efek Wabah Corona, Pemerintah Diminta Bantu Uang Makan Pekerja Harian Lepas
13 Warga Kota Depok Berstatus Positif Corona
Pastikan Operasional Berjalan Normal, BRI Sesuaikan Jam Layanan Kantor Cabang
Menikmati Indahnya Bunga Sakura di Tengah Intaian Covid-19
Ada Pegawai Positif Corona, Satu Bidang di Dishub Jatim Lockdown
Bali Kesulitan Petakan Penyebaran Corona