LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Anggota DPR RI prihatin Setneg salah tulis kepanjangan BIN

Rachel Maryam mempertanyakan manajemen Setneg.

2015-07-08 13:50:50
Badan Intelijen Negara
Advertisement

Kesalahan teknis penulisan kepanjangan BIN pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI mendapat kritikan dari beragam kalangan. Salah satunya anggota DPR RI Rachel Maryam.

Melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (8/7), politikus Partai Gerindra itu mempertanyakan manajemen Sekretariat Negara. Awalnya dia heran, kenapa undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI yang diterimanya ada dua.

"Ada yang bisa jelaskan kenapa undangan yang dikirim ke ruangan saya ada 2 versi? Bagaimana ini management di dalam istana?"

Advertisement

Setelah mendapat penjelasan resmi, anggota DPR yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Barat II ini mengaku prihatin dengan kinerja Sekretariat Negara. Kicauan Rachel itu mendapat jawaban beragam dari follower-nya.

"Mensesneg salah mencantumkan Badan Intelijen Negara dengan Badan Intelijen Nasional dalam undangan resmi Istana. Prihatin," tulisnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretariat Negara salah menuliskan kepanjangan BIN. Dalam surat undangan itu, kepanjangan dari BIN ditulis Badan Intelijen Nasional, bukan Badan Intelijen Negara.

Advertisement

Dalam siaran persnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Djarot Sri Sulistyo, menyebut, Kementerian Sekretariat Negara mengakui telah berbuat kekeliruan menulis kepanjangan BIN di surat undangan.

"Kementerian Sekretariat Negara setelah menyadari adanya kesalahan teknis penulisan pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI, secepatnya telah menarik dan menggantinya dengan penulisan yang benar," katanya dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Rabu (8/7).

Setelah menarik undangan tersebut, pihak Kementerian Sekretariat Negara lantas mengirimkan undangan dengan kepanjangan BIN yang sebenarnya.

(mdk/amn)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.