LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Anggota DPR Nilai Perpanjangan PPKM Tiap Pekan Membuat Masyarakat Bingung

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani meminta pemerintah berani menentukan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara terukur. Dia menilai kebijakan pembaruan setiap pekan yang dibuat saat ini membuat masyarakat kebingungan.

2021-08-10 12:41:31
PPKM
Advertisement

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani meminta pemerintah berani menentukan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara terukur. Dia menilai kebijakan pembaruan setiap pekan yang dibuat saat ini membuat masyarakat kebingungan.

"Penentuan kebijakan PPKM dalam masa satu minggu hanya membuat rakyat galau dan bingung, karena tidak tahu sampai kapan kondisi membaik. Pemerintah seharusnya berani dan tegas menetapkan target waktu pengendalian pandemi hingga situasi membaik," kata dia dalam siaran pers yang diterima, Selasa (10/8).

Pemerintah sebagai pengelola negara seharusnya mampu mengoptimalkan semua sumber daya di bawah otoritasnya untuk berani menyebutkan kapan situasi membaik. Hal tersebut secara langsung bisa memberikan kejelasan sekaligus rasa aman.
Jika pemerintah tidak mampu membangun rasa aman, maka jangan salahkan masyarakat ketika mereka abai dan tidak peduli dengan perpanjangan PPKM. Terlebih, menurut dia, mayoritas indikator kesehatan menunjukkan bahwa PPKM Level 3-4 belum optimal dalam mengendalikan kasus Covid-19 di berbagai daerah.

Advertisement

Netty menyebut, angka kematian di luar Jawa-Bali meningkat. Bahkan pada 5 Agustus, angka kematian di Lampung lebih tinggi ketimbang di Bali, DI Yogyakarta ataupun Banten.

Istri Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat periode 2008-2018, ini juga menyinggung rendahnya capaian testing di luar Jawa-Bali yang masih jauh di bawah standar WHO, misalnya Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku, yang mana rasio tesnya hanya 0,9:1.000 penduduk per minggu.

"Target testing adalah 400 ribu per hari, tapi sampai sekarang hanya mampu di angka 200 ribu dan itu pun lebih terkonsentrasi di Jawa-Bali. Jangan sampai kasus Covid-19 di sana seperti api dalam sekam," terangnya.

Advertisement

"Vaksinasi harus berbasis kesehatan masyarakat agar tujuan mencapai herd immunity segera tercapai. Pastikan ketersediaan stok vaksin di daerah-daerah dan siapkan skenario antisipasi kelangkaan vaksin akibat munculnya varian Delta plus yang banyak ditemukan di negara-negara produsen vaksin," pungkasnya.

Baca juga:
Dinilai Efektif, Ganjil Genap di Kota Tasikmalaya Diperpanjang Hingga 16 Agustus
3.850 Orang Melanggar PPKM di Jakbar, Terkumpul Denda Rp16,850 Juta
Tren Covid-19 Turun, PPKM di Palembang Berlanjut hingga 16 Agustus
Mal Grand Indonesia Buka Hingga Pukul 20.00 WIB, Ini syarat Harus Dipenuhi Pengunjung
Langgar Jam Operasional PPKM Level 4, Pemilik Angkringan di Denpasar Diproses Hukum
Jokowi: Kita Harus Waspada, Kondisi Ekonomi Lebih Berat di Kuartal III

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.