LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Anggota DPD Desak Pemerintah Bentuk Tim Pencari Fakta Pembunuhan di Papua

Senator asal Papua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Marvin Sadipun Komber mengomentari kasus pembunuhan belasan pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Ia mendesak pemerintah membuat Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mencari pelaku.

2018-12-08 17:15:00
Penembakan Papua
Advertisement

Senator asal Papua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Marvin Sadipun Komber mengomentari kasus pembunuhan belasan pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Ia mendesak pemerintah membuat Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mencari pelaku.

"Pertama, saya minta dibuat dulu TPF. TPF akan mengecek dengan dalam dan TPF akan melibatkan semua pihak. Supaya apa? Mencari dalang itu jangan kemudian membuat keresahan yang baru di masyarakat sipil," kata Marvin di The Stone Hotel, Kuta, Denpasar, Bali, Sabtu (8/12).

Marvin juga meminta Kepolisian untuk menjelaskan siapa pelaku pembantaian itu. Sebab, kata dia, selama ini masyarakat hanya tahu tindakan itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Advertisement

"Kita tidak bisa menanggapi ini dengan biasa-biasa saja. Karena itu saya minta presiden untuk membentuk tim pencari fakta terhadap kasus Nduga ini. Bentuklah TPF, karena korban yang mati begitu banyak," ungkapnya.

Menurutnya, kepastian siapa dalang di balik kejadian itu penting. Hal itu guna untuk mencegah timbulnya permasalahan baru terjadi lagi.

"Kita patut menyesalkan dan mengecam kejadian tersebut. Karena bagi saya cara apapun yang dilakukan dengan menghilangkan nyawa orang yang tak berdosa itu adalah pelanggaran HAM," ujarnya.

Advertisement

Tambahnya, Marvin juga menduga bahwa kejadian pembantaian itu bisa saja terjadi karena kecemburuan sosial. Dia mencontohkan seluruh balai-balai di lingkungan Kementerian PU di Papua bukan diisi orang berasal dari Papua. Sehingga, ia menduga hal itu dapat menimbulkan kecemburuan sosial sejumlah warga asli Papua.

"Jadi dugaan-dugaan itu semua ada. Tapi yang paling inti saya mau bilang ini hendaklah menjadi catatan Kementerian PUPR. Rombak itu, rubah itu, ini baru catatan dari masyarakat," ucapnya.

Baca juga:
Sandiaga Sebut Penembakan Pekerja Trans Papua Oleh KKB Karena Pemerintah Tak Tegas
Jenazah Jefri Simare-mare Dimakamkan di Belakang Rumah
Jenazah Korban Penembakan di Papua Disambut Isak Tangis Keluarga
Cerita Jokowi Dilarang Tiga Jenderal Datangi Kabupaten Nduga, Papua
Karyawan Istaka Karya Korban Penembakan Papua Tak Terima Santunan BPJS
Pascapenembakan, pekerja Trans Papua Didampingi Pasukan TNI Saat Kerjakan Proyek

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.