LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Anggaran olahraga Rp 500 M, jangan harap banyak atlet berprestasi

Berbeda dengan sejumlah negara yang dana olahraganya mencapai triliunan.

2016-08-27 14:08:16
Olahraga
Advertisement

Komandan Satgas Program Indonesia Emas (Prima), Laksamana (purn) Ahmad Sucipto, menyatakan anggaran Kemenpora untuk atlet Indonesia terbilang sangat sedikit dibanding negara lain. Hal ini berdampak bagi prestasi yang diperoleh.

"Indonesia ini baru sekitar Rp 500 miliar anggaran olahraganya. Hal itu masih sedikit sekali dibanding negara-negara lain," kata Ahmad di Jakarta Pusat, Sabtu (27/8).

Dia mencontohkan, untuk membina atlet berprestasi, Thailand mengeluarkan dana sebesar Rp 2 triliun, Malaysia Rp 1,7 triliun dan Singapura Rp 1,8 triliun. Sedangkan Indonesia tak sampai setengah dari biaya yang mereka keluarkan itu.

"Menurut saya untuk Indonesia ini ya diberi Rp 1 triliun lah, itu sudah bagus," paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Mantan Redaktur Olahraga Budiarto Shambazy. Menurut Budi, pemerintah harus memberi perhatian lebih untuk dana tersebut.

"Kita butuh perhatian pemerintah artinya anggaran di Kemenpora kurang baik. Separuh kurang lebih yang dikeluarkan Thailand, Singapura, Filipina. Jadi memang tergambar langsung anggaran terlalu kecil, prestasi jangan harap tinggi," ujarnya.

Budi menuturkan, kalau anggaran besar, prestasi diraih bisa diharapkan dan hasil maksimal. Namun jika dana yang dikeluarkan saja sedikit, maka jangan harap prestasi tinggi.

"Liga sudah berjalan 20 tahun lebih dan memang kalau dilihat nilai rupiah saja satu tahun kompetisi liga bisa mendatangkan sponsor. Seperti sepak bola, bisa setengah Triliun, maka PSSI bisa mengelola sendiri, mereka bisa mandiri mengelola olahraga tanpa pemerintah. Mereka tak perlu bantuan, jadi memang ada kemudahan pemerintah deteksi mana cabang olahraga yang perlu bantuan," paparnya.

"Jadi memang ruang cukup besar bagi pemerintah, tapi kenyataan semua daerah provinsi mempunyai masalah dana yang kecil, hal itu dilihat dari Kejuruan Nasional yang hampir tak pernah berlangsung," tambahnya.

Akhirnya saat ini, lanjut Budi, yang kita saksikan hanya ketimpangan yang luar biasa. Selain dana, fasilitas olahraga memadai hanya di Jawa.

"Apakah misal Maluku memadai? Kita lihat misal Jamaica konsentrasi atletik, negara kecil itu bisa menguasai 5-6 medali emas, jadi memang harus diperhatikan," tutupnya.

Baca juga:
Menpora sebut penyambutan Tontowi-Liliyana semangati atlet lain
Menpora cukur rambut & kumis jika bulutangkis raih emas di Olimpiade
Bukan WNI, Gloria ditunjuk sebagai Duta Kemenpora
Menpora jelaskan kronologi Gloria batal jadi Paskibraka
Ini logo baru Asian Games 2018, Jokowi yang pilih
Lolos dari reshuffle kabinet, begini tanggapan Imam Nahrawi
Anggaran ditolak DPR, Menpora minta maaf tak bisa bantu Rio Haryanto

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.