Anggaran naik, Menhan sebut untuk pengadaan alutsista dan rumah prajurit
Anggaran naik, Menhan sebut untuk pengadaan alutsista dan rumah prajurit. Pemerintah juga senantiasa mewujudkan industri pertahanan dalam negeri yang kuat, mandiri dan berdaya saing. Sehingga, meningkatkan kontribusinya pada pemenuhan Kekuatan Pokok Minimum (MEF).
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan telah terjadi peningkatan anggaran pertahanan yang relatif signifikan sejak 2015 hingga 2017 dari Rp 108,7 triliun menjadi Rp 114,9 triliun. Peningkatan anggaran tersebut berhubungan dengan adanya pemenuhan kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF) yang salah satunya Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).
"Sebagian besar anggaran diperuntukkan bagi alutsista. Beberapa alutsista terbaru di antaranya tank Leopard, KRI Bima Suci, 9 pesawat Sukhoi.Ini sudah final dan akan ditandatangani," tuturnya, Kamis (19/10).
Ryamizard melanjutkan, adanya perbaikan anggaran pertahanan juga memiliki hubungan dengan kian membaiknya tingkat kesejahteraan prajurit. Di antaranya tampak dari jumlah rumah terbangun bagi prajurit. Yakni, pada 2015 sebanyak 4.946 unit, pada 2017 sebanyak 7.761 unit.
"Pembangunan ini bekerjasama dengan Kementerian PUPR," tambahnya.
Lanjutnya, pemerintah juga senantiasa mewujudkan industri pertahanan dalam negeri yang kuat, mandiri dan berdaya saing. Sehingga, meningkatkan kontribusinya pada pemenuhan Kekuatan Pokok Minimum (MEF).
Ia juga memaparkan, kontribusi industri pertahanan terhadap MEF terus mengalami peningkatan sejak 2014 hingga 2016. Termasuk di dalamnya proses pengadaan medium tank oleh BUMNIS PT Pindad yang dijadwalkan selesai prototipenya pada 2017 dan pembuatan kapal selam di BUMNIS PT PAL.
"Di dunia, Indonesia juga turut berperan di bidang pertahanan. Bahkan Indonesia, menurut Ryamizard, merupakan negara terbesar yang turut mengerahkan pasukan perdamaian ke berbagai tempat yang dilanda konflik ke dunia," tambahnya.(mdk/eko)