LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Andai uang Rp 5,2 T Erick Thohir buat benahi sepakbola Indonesia

"Saya berharap Erick, Rosan, dan Handy mampu menambah daftar kemenangan Inter," kata Massimo Moratti.

2013-10-17 08:01:00
Inter Milan
Advertisement

Trio pengusaha Indonesia Erick Thohir, Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo yang tergabung dalam International Sports Capital sukses mengakuisisi 70 persen saham klub sepak bola Italia Internazionale Milan. Kesepakatan itu dicapai melalui negosiasi panjang yang telah berlangsung berbulan-bulan dengan Presiden Inter Milan Massimo Moratti.

15 Oktober 2013, Internazionale Holding Srl, perusahaan Moratti yang menguasai saham Inter meneken akta penjualan saham itu. Bagaimana struktur di tubuh Inter Milan, baru akan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan berlangsung 28 Oktober mendatang.

Moratti selaku pemegang Internazional Holding melalui rilisnya menyatakan International Sports Capital akan menjadi pemilik baru klub. "Mereka akan menjadi pemegang saham pengendali melalui peningkatan modal khusus. Saya berharap Erick, Rosan, dan Handy mampu menambah daftar kemenangan Inter," kata Moratti.

Sementara Erick menyatakan, akan tetap bersama Moratti memimpin Inter Milan ke depan. "Saya memang seorang pengusaha, tapi saya sepenuhnya adalah suporter dan pecinta olahraga. Saya tidak sabar menunggu untuk segera menyalurkan passion dan pengalaman internasional yang kami miliki untuk mengembangkan klub dan suporternya," kata Erick.

Berapa nilai transaksi saham itu? Kedua pihak belum mengungkapkannya. Namun sumber yang dikutip beberapa media di Italia menyatakan Erick Thohir dkk merogoh kocek hingga USD 476 juta atau sekitar Rp 5,2 triliun (kurs Rp 11.000/ 1 USD).

Kiprah Erick Thohir selama ini dikenal sebagai pengusaha di bidang media dengan mendirikan Grup Mahaka. Pada 2001 Erick membeli koran Republika, Jak TV, dan beberapa radio, seperti Gen FM, Delta FM dan Female Radio. Dia juga pemegang saham di TVOne.

Menggemari olah raga basket, Erick bahkan bergabung dengan konsorsium yang memiliki salah satu klub basket NBA, Philadelphia 76ers. Erick juga menjadi salah satu pemilik klub sepak bola Major League Soccer (MLS) DC United.

Dengan uang sebesar Rp 5,2 triliun lebih itu, Erick sebenarnya bisa menjadi 'pahlawan' di Indonesia jika saja dia mau turut membenahi karut marutnya sepak bola Indonesia. Andai uang itu digelontorkan untuk sepak bola Indonesia, bisa dipakai untuk apa saja?

Menjadi sponsor utama ISL selama 100 musim

Di musim 2012-2013 yang telah berakhir, PT Djarum yang menjadi sponsor utama Indonesia Super League menggelontorkan sedikitnya Rp 50 miliar.

Dengan uang sebesar Rp 5,2 triliun yang dibayarkan untuk 70 persen saham Inter Milan, Erick dkk bisa menjadi sponsor utama ISL selama sedikitnya 100 musim!

Advertisement

Sponsor utama di 1.000 klub di Indonesia

Ada 18 tim yang berlaga di Indonesia Super League. Arema Indonesia dan Persib Bandung menjadi dua klub dengan pendapatan sponsor yang besar, selain Persipura yang selalu mendapat sokongan dari PT Freeport.

Untuk memasang logo atau merek sponsor di bagian depan jersey klub di Indonesia, minimal dana yang harus dirogoh pihak pemasang bervariasi. Klub Arema Indonesia memasang harga mulai Rp 5 miliar per musim.

Jadi, uang Rp 5,2 triliun milik Erick Thohir dkk bisa disebar ke minimal 1.000 klub. Dan nama bos Mahaka itu akan terpampang di dada setiap pemain yang berlaga di semua kompetisi yang melibatkan 1.000 klub itu.

Advertisement

Membiayai Timnas di semua jenjang selama 28 tahun

Keberhasilan Evan Dimas dkk di Piala AFF U-19 dan lolos ke putaran Final AFC U-19 membangkitkan kembali harapan akan kejayaan Timnas Sepak Bola Indonesia.

Koordinator Timnas Bob Hippy pada 2012 lalu pernah menyebutkan butuh Rp 360 miliar untuk membiayai Timnas di seluruh tingkatan mulai usia 15 tahun (U-15), U-17, U-19, U-21, U-23, dan senior. Angka itu untuk pendanaan per dua tahun.

Bayangkan, dengan Rp 5,2 triliun, Timnas tak akan kesulitan dana selama 28 tahun!

Membangun 10 stadion bertaraf internasional

Salah satu hambatan dalam mengembangkan sepak bola di Tanah Air adalah minimnya stadion berkualitas yang mampu memenuhi standar internasional. Hanya segelintir stadion berkualitas yang menjadi kandang tim di Liga Indonesia.

Tim-tim besar dengan jumlah suporter yang banyak, rata-rata bisa memaksimalkan pendapatan melalui pemasukan tiket. Sebut saja Sriwijaya FC, Arema Indonesia, Persib Bandung, hingga Persipura Jayapura.

Sementara tim-tim kecil harus puas dengan pendapatan yang tidak terlalu besar dari stadion yang hanya berkapasitas 15.000-20.000 penonton.

Membangun sebuah stadion dengan jumlah kursi penonton 40.000 orang seperti Stadion Gedebage, Bandung menghabiskan dana minimal Rp 500 miliar. Jika kapasitas ditingkatkan menjadi 50.000-60.000 penonton, biaya pembangunan bisa mencapai Rp 800-an miliar seperti Stadion Palaran yang menjadi markas Persisam Samarinda, atau Stadion Jakabaring yang menjadi kandang Sriwijaya FC.

Nah dengan uang Rp 5,2 triliun, minimal ada 10 stadion bertaraf internasional yang bisa dibangun di berbagai lokasi.

Baca juga:
Ini bisnis Erick Thohir di bidang olahraga
Resmi miliki Inter, Thohir targetkan Verratti
Moratti: Thohir tak akan buat Inter beli 'Bale'
Beli Inter Milan, jangan sebut Erick Thohir tak nasionalis

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.