Anak Sungai Bengawan Solo meluap, ratusan rumah di Klaten terendam
Akibat hujan deras yang terjadi dalam dua hari terakhir, sejumlah sungai di Kabupaten Klaten meluap. Ratusan rumah dan persawahan tergenang. Kondisi tersebut diperparah dengan jebolnya tanggul anak Sungai Bengawan Solo, Sungai Gamping dan Kalijaran di Desa Nanggulan Kecamatan Cawas.
Akibat hujan deras yang terjadi dalam dua hari terakhir, sejumlah sungai di Kabupaten Klaten meluap. Ratusan rumah dan persawahan tergenang. Kondisi tersebut diperparah dengan jebolnya tanggul anak Sungai Bengawan Solo, Sungai Gamping dan Kalijaran di Desa Nanggulan Kecamatan Cawas.
Operator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Arif Fuad Hidayah mengatakan sungai yang meluap di antaranya adalah Sungai Dengkeng di Kecamatan Bayat. Akibatnya air mulai masuk ke permukiman warga.
"Penyebab banjir hujan deras secara merata sejak Senin (27/11) siang hingga sore ini," ujar Arif, Selasa (28/11).
Arif menjelaskan, BPBD Klaten telah melakukan asessment dan koordinasi dengan unsur muspika, relawan, TNI, Polri dan warga untuk mengantisipasi dampak buruk yang terjadi. Pasalnya saat ini masih terjadi peningkatan debit di sungai maupun anak Sungai Dengkeng.
"Dari data sementara luapan ini mengakibatkan genangan di Desa Paseban, Desa Beluk Kecamatan Bayat yang tepat berada di dekat aliran Sungai Dengkeng. Air meluap ke pemukiman warga setinggi 40 cm," jelasnya.
Menurutnya, BPBD Kabupaten Klaten dan Pusda Kabupaten Klaten, Dinas Pusdataru Provinsi Jateng, BPBD Provinsi Jateng, BBWS Bengawan Solo telah menyiapkan ribuan karung dan logistik untuk penanganan. Koordinasi juga dilakukan dengan semua stakeholder.
"BPBD bersama dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, menyiapkan ribuan karung dan logistik untuk penanganan sementara," jelasnya.
Arif menambahkan, akibat jebolnya tanggul Sungai Gamping Cawas selebar 15 meter dan tinggi 3 meter, sekitar 10 hektare tanaman padi terendam banjir.
Untuk Cawas, Pusda akan mengirim 2 ribu sak karung pasir, BPBD Klaten juga mengirim 2 ribu karung pasir ke Bayat untuk membuat tanggul darurat.
(mdk/cob)