Anak-Anak di Pedalaman Aceh Utara Banyak Putus Sekolah
Sudah 76 tahun Indonesia merdeka tapi pendidikan masih sulit didapat anak-anak di pedalaman Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kebanyakan anak-anak di sana hanya tamatan bangku sekolah dasar (SD) akibat fasilitas sekolah lanjutan jauh dari permukiman mereka.
Sudah 76 tahun Indonesia merdeka tapi pendidikan masih sulit didapat anak-anak di pedalaman Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kebanyakan anak-anak di sana hanya tamatan bangku sekolah dasar (SD) akibat fasilitas sekolah lanjutan jauh dari permukiman mereka.
Hal tersebut sebagaimana tampak di SD 25 Araselo, Dusun Dama Buleun, Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, kabupaten Aceh Utara.
"Banyak siswa akhirnya memutuskan tak lagi sekolah karena akses jarak tempuh, dan memilih membantu orang tua di kebun," kata senator DPD asal Aceh, Fadhil Rahmi saat berkunjung ke sekolah tersebut, Rabu (18/8) kemarin.
Dia menyebut, tahun ini saja jumlah siswa kelas 6 di SDN 25 Sawang cuma 12 orang. Sebagian dari mereka belum punya rencana melanjutkan ke bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Selain fasilitas sekolah lanjutan yang jauh, ekonomi keluarga turut jadi penghambat lainnya anak-anak di pedalaman Sawang, Aceh Utara ini untuk dapat mengakses pendidikan.
Fadhil mengaku prihatin atas kondisi itu. Dia berjanji akan membantu anak-anak di sana melanjutkan sekolah atau mengenyam ilmu pendidikan di Dayah (pasantren).
"Jangan ada lagi yang putus sekolah. Saya akan membantu dengan catatan harus atas kemauan dan keinginan diri sendiri serta dukungan dari orang tua," ujarnya.
Baca juga:
4 Potret Mischka & Devon Kei, Kakak Adik Peraih 32 Medali Emas Olimpiade Matematika
Pemerintah Siapkan Anggaran Pendidikan Rp541,7 Triliun di 2022
Ketua MPR Sebut Keterbatasan Infrastruktur PJJ Turunkan Capaian Kualitas Belajar
Kemendikbud: Belajar Tatap Muka Boleh, Asal Diizinkan Orangtua Siswa
Muhammadiyah Dirikan Universitas di Malaysia
Kemendikbud-Ristek Luncurkan Program Sertifikasi Dosen yang Lebih Sederhana