Amankan Pilpres 2019, Kapolda Sumut gandeng tokoh agama
Meskipun pihaknya sudah menyiapkan ribuan personel dalam Operasi Mantab Brata 2018. Namun, pihaknya justru lebih mudah melakukan pengamanan dengan mengikutsertakan atau melibatkan masyarakat agar lebih maksimal.
Jelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, Polda Sumatera Utara melakukan perkumpulan dengan TNI, tokoh agama dan masyarakat setempat. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kerawanan atau gangguan keamanan yang diprediksi meningkat.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto sengaja mengumpulkan tokoh masyarakat dan agama bersama TNI di Mapolda Sumatera Utara pada Selasa (25/9), karena tak ingin terjadinya konflik di wilayaha hukumnya.
"Jika telat diantisipasi, bisa-bisa kerugian yang muncul bakal semakin besar. Kericuhan sosial itu costnya terlalu besar," kata Agus.
Meskipun pihaknya sudah menyiapkan ribuan personel dalam Operasi Mantab Brata 2018. Namun, pihaknya justru lebih mudah melakukan pengamanan dengan mengikutsertakan atau melibatkan masyarakat agar lebih maksimal.
"Bersama-sama mencegah gangguan keamanan. Petugas dibantu bila ada gejala gangguan," ujarnya.
Mantan Dir Tipidum Bareskrim Polri ini juga berupaya untuk membantu mendorong pelayanan fasilitas-fasilitas umum lebih baik. Karena memang pihaknya tak hanya berupaya untuk mengamankan Pilpres.
"Kita semua mengetahui, kemacetan cukup parah, baliho berserakan dan terminal tidak terurus," ucapnya.
Ia pun sejenak mengingat dengan kota Surabaya yang memiliki tata kota yang indah. "Kapan Medan, Sumut ini bisa seperti Surabaya?," tuturnya.
Dengan begitu, ia meminta kepada masyarakat untuk segera menegur pihaknya jika memang ia bersama dengan anak buahnya melakukan kesalahan. Karena ia ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Sumatera Utara.
"Kalau kami bandel tolong dijewer, kalau kami bagus dalam bertugas tolong dibantu," pungkasnya.
Baca juga:
Amankan Pilpres 2019, Kapolda Sumut gandeng tokoh agama
KPU akan hitung Pilpres lebih dahulu dibandingkan Pileg
Survei: Jokowi lebih disukai dibanding Prabowo, Ma'ruf kalah populer dari Sandiaga
Bersama 9 organ politik Gus Dur, Yenny Wahid putuskan dukung Jokowi
Tak masuk Timses Jokowi, Ical sering diminta nasihat oleh Sandiaga
Ma'ruf Amin optimis didukung keluarga Gus Dur